Tsunami 40 Meter Terjang Jepang 2011, 18.500 Orang Tewas
Gempa dan tsunami Jepang pada 2011./visi.news/Daily Galaxy.
Ryo mengatakan air laut bergerak sangat cepat hingga menghancurkan rumahnya. Ia terseret arus dan sempat kehilangan harapan untuk bertahan hidup.
"Lebih baik saya menghembuskan udara yang tersisa di paru-paru saya untuk mati," kenang Ryo menggambarkan detik-detik saat ia hampir menyerah.
Dalam kondisi tersebut, Ryo berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada sebuah lemari kayu yang mengapung hingga permukaan air mulai surut.
"Saya pun menunggu sampai permukaan air surut, perlahan-lahan turun saat air surut sampai saya kembali menginjak tanah," terangnya.
Setelah berhasil mencapai daratan, Ryo mendapati kawasan tempat tinggalnya telah luluh lantak akibat terjangan tsunami. Ia selamat tanpa mengalami luka fisik serius dan kemudian mengetahui bahwa ayah, ibu, serta saudara perempuannya juga berhasil bertahan hidup.
Meski demikian, bencana tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Nenek Ryo dinyatakan hilang dan diduga menjadi salah satu korban yang tersapu gelombang tsunami. Hingga kini, jasadnya tidak pernah ditemukan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!