Trump Usulkan Relokasi Warga Gaza secara Permanen, Picu Kontroversi Global
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 5 Februari 2025 | 12:53 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mencetuskan gagasan kontroversial terkait konflik Israel-Palestina. Dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa (4/2/2025), Trump menyatakan dukungannya untuk merelokasi warga Palestina di Jalur Gaza secara permanen.
Trump menyebut bahwa masalah Gaza tidak akan pernah selesai jika penduduk tetap tinggal di sana. Menurutnya, relokasi ini dapat membuka peluang pembangunan daerah baru yang lebih aman dan produktif secara ekonomi.
"Anda tidak bisa tinggal di Gaza sekarang, Anda memerlukan lokasi lainnya," kata Trump.
"Permasalahan di Gaza tidak akan pernah selesai," ucapnya.
"Jika kita dapat menemukan sebidang tanah yang tepat, atau banyak tanah, dan membangun tempat yang sangat bagus, pasti akan ada banyak uang di area tersebut. Saya pikir itu akan jauh lebih baik daripada kembali ke Gaza, yang dilanda banyak kematian selama berpuluh-puluh tahun," ujar Trump.
Selain gagasan relokasi, Trump secara mengejutkan menyatakan bahwa AS akan mengambil alih dan bertanggung jawab penuh atas Jalur Gaza untuk jangka panjang. Dia menyebut bahwa langkah ini diperlukan untuk menjinakkan bom serta senjata yang belum meledak dan membawa stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Namun, ide Trump ini langsung mendapat penolakan keras dari negara-negara Arab seperti Mesir dan Yordania. Para pemimpin regional menolak gagasan relokasi 2,3 juta warga Gaza yang dianggap melanggar hak-hak dasar mereka sebagai penduduk asli Palestina.
"Bagi saya, tidak adil untuk menjelaskan kepada warga Palestina bahwa mereka mungkin akan kembali dalam lima tahun. Itu tidak masuk akal," ucap Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Presiden Donald Trump secara mengejutkan menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih Jalur Gaza dan bertanggung jawab atas pengembangan ekonomi wilayah tersebut.
"AS akan mengambil alih Jalur Gaza, dan kami juga akan melakukan pekerjaan terhadapnya. Kami akan memilikinya dan bertanggung jawab untuk menjinakkan semua bom berbahaya yang belum meledak dan senjata lainnya di lokasi tersebut," kata Trump.
"Saya melihat posisi kepemilikan jangka panjang dan saya melihat hal itu membawa stabilitas besar di kawasan Timur Tengah," imbuhnya.
@ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!