Trump Rilis Dokumen Kasus Pembunuhan JFK
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 19 Maret 2025 | 19:30 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (18/3/2025), merilis dokumen tanpa sensor terkait pembunuhan Presiden John Fitzgerald Kennedy (JFK) pada 1963. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi janji kampanyenya dalam meningkatkan transparansi mengenai peristiwa bersejarah tersebut.
Sejumlah dokumen mulai dipublikasikan dalam format digital melalui situs Arsip Nasional AS, dengan total sekitar 80.000 halaman yang akan dirilis.
"Jumlah dokumen ini sangat luar biasa banyak. Anda perlu banyak membaca," ujar Trump.
Dokumen yang dirilis berisi berbagai teori konspirasi terkait pembunuhan Kennedy, termasuk spekulasi bahwa Lee Harvey Oswald, pelaku yang disebut sebagai pembunuh tunggal, memiliki hubungan dengan Uni Soviet. Namun, beberapa dokumen justru meragukan keterkaitan Oswald dengan KGB.
Salah satu laporan dari Profesor E.B. Smith yang dikutip dalam dokumen tertanggal November 1991, menyebut bahwa pejabat KGB 'Slava' Nikonov telah memeriksa dokumen Oswald dan menyimpulkan bahwa Oswald bukan agen KGB.
Meskipun demikian, sejumlah pakar berpendapat bahwa dokumen yang dirilis ini kemungkinan tidak akan mengubah fakta utama bahwa Oswald menembak Kennedy dari jendela gedung sekolah di Dealey Plaza, Dallas.
"Mereka yang mengharapkan adanya pengungkapan besar kemungkinan akan kecewa," ujar Larry Sabato, Direktur Pusat Politik Universitas Virginia.
Salah satu dokumen yang menarik perhatian adalah memo berlabel 'rahasia' dari wawancara yang dilakukan Komisi Warren pada 1964 dengan seorang pegawai CIA, Lee Wigren. Dokumen ini menyoroti ketidaksesuaian informasi yang diberikan oleh CIA dan Departemen Luar Negeri AS mengenai hubungan pernikahan antara warga AS dan perempuan asal Soviet.
Putra Robert Kennedy sekaligus keponakan JFK, Robert F. Kennedy Jr., telah lama menduga bahwa CIA terlibat dalam pembunuhan pamannya. Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh pihak CIA.
Selain dokumen pembunuhan JFK, Trump juga berencana untuk merilis dokumen terkait pembunuhan Martin Luther King Jr. dan Senator Robert Kennedy pada 1968.
"Bagi banyak orang yang telah menunggu selama puluhan tahun, perilisan ini akan menjadi sesuatu yang sangat menarik," pungkas Trump. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!