Trump Pecat Kepala Keamanan Transportasi Sebelum Kejadian Maut
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 31 Januari 2025 | 21:16 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat David Pekoske, kepala Badan Keamanan Transportasi (TSA), pada hari pertamanya menjabat kembali sebagai presiden, Senin (20/1/2025).
Keputusan tersebut diambil sembilan hari sebelum tabrakan mematikan antara pesawat komersial American Airlines dan helikopter militer Black Hawk di atas Sungai Potomac, dekat Bandara Ronald Reagan, Rabu (29/1/2025) malam waktu setempat.
Pekoske menyatakan menerima memo dari pejabat transisi Trump yang memaksanya mundur.
"Memo itu berisi bahwa masa jabatan saya sebagai administrator Anda akan berakhir pada tengah hari hari ini," kata dia, seperti dilaporkan Reuters.
Selain Pekoske, Mike Whitaker, kepala Administrasi Penerbangan Federal (FAA), juga mengundurkan diri setelah ditekan oleh Elon Musk. Whitaker sebelumnya mengumumkan akan mundur pada 20 Januari 2025, setelah 15 bulan menjabat. Musk secara terbuka meminta Whitaker turun dari jabatannya setelah FAA mendenda SpaceX karena melanggar prosedur peluncuran.
Kekosongan kepemimpinan di FAA dan TSA ini memicu kekhawatiran, terutama setelah tabrakan maut tersebut yang diduga menyebabkan seluruh korban tewas. Krisis ini mendorong Trump menunjuk Chris Rocheleau sebagai pelaksana tugas kepala FAA tanpa memberikan detail pengganti permanen.
Kasus ini semakin disorot karena keputusan FAA sebelumnya yang menempatkan Tulsi Gabbard dalam program pengawasan penerbangan "Quiet Skies." Gabbard sendiri adalah pilihan Trump untuk menjabat sebagai direktur Intelijen Nasional AS. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!