Trump Kembali Ancam Iran, Soroti Peran Sentral Israel dalam Konflik Potensial
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 10 April 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Israel akan berada di posisi terdepan dalam kemungkinan aksi militer terhadap Iran jika Teheran tetap melanjutkan program senjata nuklirnya. Hal ini disampaikan menjelang agenda pembicaraan antara pejabat AS dan Iran yang akan digelar akhir pekan ini di Oman.
"Jika itu membutuhkan militer, kami akan menggunakan militer. Israel jelas akan sangat terlibat dalam hal itu. Mereka akan menjadi pemimpinnya. Namun, tidak ada yang memimpin kami, tetapi kami melakukan apa yang ingin kami lakukan," ujar Trump seperti dikutip dari Associated Press dan Al-Arabiya, Kamis (10/4/2025).
Meski pembicaraan antara kedua negara dijadwalkan akan berlangsung, Trump belum menetapkan tenggat waktu penyelesaian. Ia mengaku pesimistis terhadap hasil perundingan, menyebut proses tersebut sebagai sesuatu yang 'tidak berjalan dengan baik'.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungannya terhadap pendekatan diplomatik Trump terhadap Iran. Meski demikian, Netanyahu dikenal sebagai tokoh yang mendorong AS keluar dari kesepakatan nuklir tahun 2015, langkah yang akhirnya diambil Trump pada 2018 dengan menyebut perjanjian tersebut sebagai 'kesepakatan terburuk'.
Kesepakatan nuklir 2015 sendiri merupakan upaya bersama negara-negara adidaya yang bertujuan membatasi kemampuan Iran dalam memperkaya uranium, sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi ekonomi. Namun, sejak AS menarik diri di era Trump, berbagai upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan, termasuk negosiasi tidak langsung di Wina pada 2021 di bawah pemerintahan Joe Biden belum membuahkan hasil. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!