Trump Batal Kenakan Tarif 20% di Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump./visi.news/ist.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan pasukannya kembali melancarkan serangan tambahan terhadap Iran. Operasi tersebut disebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
Centcom sebelumnya juga mengonfirmasi telah melaksanakan serangan pada malam ketiga dengan sasaran serupa. Pada Selasa, media pemerintah Iran melaporkan terjadi ledakan di sejumlah kota, termasuk Bushehr yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir.
Di sisi lain, Teheran mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Yordania, setelah sebelumnya juga melancarkan serangan terhadap dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!