Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Trump Ancam Naikkan Tarif 50 Persen ke China

Desi Rossilawati
Selasa, 8 April 2025 | 22:10 WIB
Bagikan
Trump Ancam Naikkan Tarif 50 Persen ke China
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyulut ketegangan perdagangan global dengan mengancam akan menerapkan tarif baru sebesar 50 persen terhadap produk impor dari China. Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Senin (7/4/2025), Trump menegaskan bahwa ia tidak akan mundur dari kebijakan proteksionis, meskipun pasar keuangan dunia sedang mengalami tekanan besar. "Saya sangat menghormati China, tetapi mereka tidak dapat melakukan ini. Kita akan mencoba sekali," ujar Trump. Pernyataan keras ini muncul tak lama setelah China mengumumkan akan membalas dengan tarif 34 persen terhadap barang-barang AS, yang akan mulai berlaku Kamis mendatang. Pemerintah AS memperingatkan bahwa tarif terhadap China bisa melonjak hingga 104 persen tahun ini jika tidak ada langkah kompromi dari Beijing. Sebagai respons, Kedutaan Besar China di Washington menyampaikan bahwa pendekatan berupa ancaman bukanlah cara yang tepat untuk bernegosiasi. Meski begitu, Trump membatalkan semua pertemuan tarif dengan perwakilan China, namun tetap membuka ruang dialog dengan negara-negara yang bersedia bernegosiasi. "Bisa ada tarif permanen, dan bisa juga ada negosiasi, karena ada hal-hal yang kita butuhkan di luar tarif," jelas Trump. Langkah Trump ini menandai babak baru dalam perang dagang AS–China, yang selama ini sudah menjadi sorotan utama dalam hubungan ekonomi global. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.