tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura
Menurutnya, kebutuhan utama para pemimpin perusahaan bukan lagi sekadar melihat kemampuan atau fitur baru dari AI, melainkan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai bagaimana teknologi tersebut dapat ditempatkan di dalam strategi dan operasional bisnis.
“Sebagian besar demonstrasi AI terlihat mengesankan. Namun, sangat sedikit yang terhubung dengan pekerjaan yang benar-benar penting. Experience Center hadir karena para pemimpin perusahaan tidak membutuhkan lebih banyak fitur. Mereka membutuhkan kejelasan mengenai posisi AI dalam bisnis mereka, seperti apa tata kelolanya, dan bagaimana beralih dari eksperimen menuju hasil nyata,” kata Jimmy.
Selain menyediakan demonstrasi teknologi, Experience Center juga menawarkan format lokakarya terstruktur. Melalui pendekatan tersebut, tim perusahaan dapat memetakan prioritas bisnis sebelum mengidentifikasi kasus penggunaan AI yang sesuai dengan kebutuhan setiap fungsi.
Tahapan tersebut kemudian dapat dilanjutkan dengan penyusunan rencana implementasi, termasuk kemungkinan pelaksanaan uji coba atau pengembangan minimum viable product (MVP).
Pendekatan praktis ini menjadi penting karena tidak semua perusahaan memiliki persoalan dan tingkat kesiapan yang sama dalam menerapkan AI. Dengan memulai dari persoalan bisnis yang spesifik, penerapan AI diharapkan dapat lebih terukur dan tidak berhenti sebagai proyek eksperimen.
Keamanan dan Tata Kelola Jadi Fondasi
Head of SMB Partnerships, JAPAC, Google Cloud, Giri Babu Madathala, menilai organisasi saat ini mulai memasuki fase baru dalam adopsi AI.
Jika sebelumnya perhatian banyak tertuju pada potensi dan kebaruan teknologi, kini perusahaan semakin membutuhkan sistem AI yang aman, memiliki tata kelola jelas, dan mampu terintegrasi dengan aktivitas operasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!