Trenggalek Jadi Titik Temu Visi Prabowo soal Ketahanan Pangan dan Ajaran Megawati Merawat Pertiwi

Desi Rossilawati
Senin, 22 Desember 2025 | 10:52 WIB
Bagikan
Trenggalek Jadi Titik Temu Visi Prabowo soal Ketahanan Pangan dan Ajaran Megawati Merawat Pertiwi

Lebih lanjut, legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu mengungkapkan bahwa sektor pertanian menyumbang sekitar 40 persen emisi, terutama dari pupuk kimia berbasis nitrogen (NPK) yang menghasilkan gas N₂O, salah satu gas rumah kaca paling berbahaya.

Integrasi pupuk kimia dan pupuk organik hasil pengolahan sampah, dengan target bauran dari 100 persen pupuk kimia menjadi 60 persen kimia dan 40 persen organik merupakan salah satu solusi yang ia sampaikan. Dimana menurutnya skema ini mampu menurunkan emisi secara signifikan, menjaga kesehatan tanah dan air, serta menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan tangguh.

Dalam konteks inilah menurut Novita Hardini, Perempuan Sarinah (Selesaikan Sampah Organik dan Limbah) hadir sebagai pendekatan pembangunan yang memandang krisis iklim bukan semata ancaman, melainkan peluang transformasi sosial dan ekonomi. Gerakan ini memadukan ketahanan pangan dan lingkungan, pemberdayaan perempuan, serta ekonomi hijau berbasis rakyat.

“Orang lain melihat ini sebagai krisis, tapi Perempuan Sarinah melihat ini sebagai peluang,” katanya saat soft lounching program Perempuan Sarinah Minggu, (22/12/2025).

Novita Hardini yang juga merupakan Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, menekankan peran strategis perempuan sebagai garda terdepan dalam pengolahan limbah organik, produksi pupuk ramah lingkungan, hingga penguatan ekonomi keluarga dan desa. Selain berkontribusi pada penurunan emisi, pendekatan ini juga menciptakan lapangan kerja hijau dan memperkuat kemandirian ekonomi rakyat.

Ia menyebut Trenggalek sebagai ruang bertemunya visi ketahanan pangan Prabowo Subianto dan nilai ajaran Megawati Soekarnoputri tentang merawat pertiwi, yang diwujudkan melalui pelestarian lingkungan, penguatan kearifan lokal, serta pemberdayaan perempuan sebagai penjaga alam dan kehidupan.

“Ketika agenda lingkungan berjalan seiring dengan ekonomi rakyat, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah arah pembangunan yang berkeadilan, berdaulat, dan berkelanjutan,” tutupnya. @givary

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.