TRAVELING | Salam dari Kota Cox’s Bazar, Bangladesh
VISI.NEWS | BANGLADESH - Dede Farhan Aulawi ketika melakukan supervisi instalasi engine Dart 7 setelah dilakukan overhaul di pesawat Fokker Bismilah Airlines di kota Cox’s Bazar, Bangladesh. Setelah melakukan penerbangan sekitar 8 jam dari Jakarta ke kota Dhaka ibukota Bangladesh. Lalu melanjutkan penerbangan sekitar 1 jam lagi ke kota Cox's Bazar yang merupakan kota pelabuhan, pusat pariwisata, dan kantor pusat distrik di wilayah tenggara Bangladesh. Cox's Bazar terkenal akan pantainya yang natural dan terpanjang di dunia. Letaknya berada 150 km di sebelah selatan Chittagong. Perbaikan dan instalasi memenuhi semua ketentuan persyaratan yang ditetapkan, diantaranya dengan merujuk regulasi Part-66 Aircraft Maintenance Licence, Air Navigation Orders (Airworthiness) yang dikeluarkan oleh Civil Aviation Authority, Bangladesh.
Perlu diketahui bahwa jumlah pesawat Fokker F27 (Cargo and military variants) yang masih dioperasikan di dunia saat ini jumlahnya sangat limitatif, sehingga MRO-nya pun sudah sangat sulit karena dinilai tidak ekonomis dan kesulitan memperoleh spare part, khususnya untuk engine Dart 7. Sementara MRO itu merupakan perusahaan perawatan dan perbaikan pesawat/ engine pesawat yang bersifat High Regulation, High Investment, dan High Risk.
Turboprop adalah jenis mesin pesawat yang pembangkitnya menggunakan turbin gas untuk menggerakan baling-baling. Mesin turboprop umumnya digunakan pada tipe pesawat subsonic dengan kecepatan rata-rata 500 knot atau setara dengan 926 km/jam. Model Fokker F27 dimulai pada 1950-an sebagai pengganti pesawat Douglas DC-3 Dakota. Produksi dengan mesin rancangan kembar Rolls-Royce Dart serta kabin untuk 28 penumpang.
Sebelum di instal ke pesawat, engine Dart 7 tersebut sebelumnya sudah di overhaul dengan engine flow process-nya, adalah disassembling, cleaning, inspection (serviceable, repairable, scrap). Setelah melakukan perbaikan atau penggantian komponen, lalu seluruh engine tersebut di re-assembling. Selanjutnya engine di test performance-nya di fasilitas engine test cell. Jadi engine sebelum dikirim ke customer, harus melakukan proses pengujian power acceptance test terlebih dahulu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!