Toyota Meminta Maaf Atas Kejadian Bunuh Diri Karyawan yang Telah Bekerja Tapi Dilecehkan
ED
Editor
M Purnama Alam
Selasa, 1 Februari 2022 | 11:20 WIB
Pada 2019, Toyota mengakui bahwa bunuh diri seorang insinyur berusia 28 tahun pada 2017 disebabkan oleh ejekan terus-menerus dari bosnya.
Orang Jepang terkenal sangat setia pada perusahaan mereka, sering kali mengorbankan kesejahteraan pribadi mereka dan menghabiskan banyak waktu lembur, sambil bangga menjadi bagian dari sebuah perusahaan.
Pemerintah menerima 2.835 pengaduan kematian akibat kerja berlebihan, atau “karoshi,” pada tahun 2020. Kompensasi dibayarkan di lebih dari 800 kasus, termasuk bunuh diri.@mpa/al arabiya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!