Tokoh Pendiri PMII, K.H. Nuril Huda Meninggal Dunia
VISI.NEWS | BEKASI - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Tokoh pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), K.H. Nuril Huda bin K.H. Mohammad Shoib, meninggal dunia pada Rabu (20/12/2023) pukul 06.35 WIB di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
Kabar duka ini disampaikan oleh keluarga almarhum melalui pesan singkat yang beredar di media sosial. "Telah berpulang ke Rahmatullah, K.H. Nuril Huda, bin K.H. Mohammad Shoib (salah seorang Muassis/Pendiri PMII) pada Rabu, 20 Desember 2023, pukul 06.35 WIB di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur," tulis pesan tersebut.
Jenazah almarhum akan disemayamkan pada hari ini mulai sekitar pukul 10.00 - 15.30 WIB di Rumah Duka, Perumahan Kemang Pratama, Cluster Kemang Pratama Regency, Jl. Pirus, Blok F-25, Pekayon, Kota Bekasi. Selanjutnya almarhum akan diberangkatkan sekitar pukul 16.00 WIB menuju Jawa Timur dan akan dimakamkan di Komplek Ponpes Darul Ulum, Medali, Kec. Sugio, Kab. Lamongan, Jawa Timur.
"Kami menyampaikan permohonan maaf apabila ada kesalahan dan dosa Almarhum. Wallahul muwaffiq ilaa aqmatith tharieq. Wassalamu'alaikum w. w. Hormat kami, Keluarga K.H. Nuril Huda, ttd Rofiqul Umam Ahmad," demikian pesan dari keluarga almarhum.
K.H. Nuril Huda adalah sosok ulama yang tekun mengaji, mengajar, dan berdakwah. Beliau adalah salah seorang pendiri PMII, sebuah organisasi mahasiswa Islam yang berdiri pada tahun 1962.
Almarhum dikenal sebagai orang yang jujur, kaya raya, dan berwibawa. Dia banyak memberikan nasehat dan fatwa yang meneduhkan dan santun. Almarhum juga selalu mengajak anak-anak muda untuk memperdalam ilmu, peribadatan, dan keikhlasan. Almarhum juga mengingatkan pentingnya menjaga dan mengurus Nahdlatul Ulama sebagai pesantren besar.
"Orang yang Jujur itu adalah kekasih Allah, dekat dengan syurga, jauh dengan neraka, jauh dengan syetan, dan dekat dengan orang-orang baik," kata almarhum dalam peringatan hari lahir PMII yang ke 61 secara virtual, tahun lalu.
"Sejak kita masih muda, kita melatih diri kita menjadi orang yang jujur. Ilmu itu segalanya. Ia adalah harta dan kekayaan yang tidak mungkin dicuri, dirampok, digasak, dan dijambret. Ia akan selalu berada di manapun kita berada. Oleh karena itu, mari kita mengaji," pesan almarhum kepada putra-putrinya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!