Tokocrypto Market Signal 15 Juni 2022: Kripto Bangkit, tapi Rentan "Sakit"
Melihat Dampak Kebijakan The Fed
Data inflasi AS yang terus meninggi menyebabkan Bitcoin diperdagangkan di bawah $ 22.000 atau turun sekitar 2% selama 24 jam terakhir. Penurunan tersebut merupakan kerugian hari kedelapan berturut-turut. Nilai BTC kini telah turun hampir 30% dari nilainya selama sebulan terakhir.
Investor kripto masih gugup menunggu kenaikan suku bunga terbaru The Fed, yang sekarang diyakini oleh banyak pengamat akan menjadi 0,75 basis poin. Kenaikan yang tinggi ini bisa berpengaruh pada harga Bitcoin dan juga altcoin lainnya.
"Ada kemungkinan jika The Fed menaikan suku bunga sebanyak 75 basis poin, kita bisa melihat BTC akan menuju ke harga $ 18.000. Namun, jika hanya menaikan 50 basis poin, mungkin besar BTC hanya bergerak kekisaran ke $ 20.000. Titik bottom Bitcoin dari MA 20 dari cycle ini adalah $ 13.000. Secara historis, ini pernah terjadi di bulan Maret 2020," ungkap Afid.
Ke depannya investor tampak masih takut dengan pergerakan nilai Bitcoin, terlihat dari Bitcoin Fear & Greed Index yang masih melemah di posisi Extreme Fear, sehingga aksi beli sulit dilakukan. Jika harga BTC masih anjlok, hal yang sama pun akan terjadi pada altcoin lainnya.
Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Juni ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.@nia
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!