Tips Menjaga Hidrasi Tubuh Saat Beraktivitas Fisik
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Menjaga hidrasi atau kecukupan cairan menjadi salah satu hal penting untuk mempertahankan stamina, terutama saat melakukan aktivitas fisik seperti olahraga.
Ahli gizi Kinita Kadakia Patel mengatakan hidrasi jauh lebih kompleks daripada sekadar minum lebih banyak air. Rehidrasi atau proses penggantian cairan tubuh yang hilang, terutama bagi atlet, tidak cukup hanya dengan mengonsumsi air putih.
“Anda perlu memiliki rencana strategis yang menggabungkan cairan kaya elektrolit bersama dengan air putih,” kata Patel, dikutip dari laporan Hindustan Times, Sabtu (12/8/2026).
Menurut Patel, hidrasi yang optimal tidak hanya bergantung pada asupan cairan, tetapi juga pada keseimbangan elektrolit dalam tubuh.
Mengenai frekuensi minum, Patel menjelaskan kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, tergantung jenis olahraga yang dijalani.
Meski demikian, terdapat sejumlah pedoman dasar yang dapat diterapkan atlet untuk menjaga kecukupan cairan. Atlet perlu memastikan tubuh sudah dalam kondisi terhidrasi dengan baik sebelum memulai latihan dengan mengonsumsi cairan yang cukup. Selama latihan, cairan dan garam mineral yang hilang melalui keringat perlu terus diganti. Setelah latihan selesai, kebutuhan cairan dan elektrolit juga perlu segera dipenuhi kembali agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
Selain itu, atlet dianjurkan tidak menunggu hingga merasa haus untuk mengonsumsi cairan. Rasa haus merupakan tanda bahwa tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi.
Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, Patel juga mengingatkan pentingnya memperhatikan total asupan kafein. Sumber kafein tidak hanya berasal dari kopi, tetapi juga dapat ditemukan dalam minuman energi, suplemen, maupun teh hijau.
Patel menyampaikan bahwa salah satu penghambat performa yang paling umum adalah dehidrasi. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi akibat kurang minum air.
Dehidrasi dapat muncul dalam berbagai bentuk dan tidak hanya terjadi saat menjalani latihan yang sangat berat. Pola makan maupun kondisi lingkungan ketika berlatih juga dapat memengaruhi kondisi tersebut.
Sejumlah kondisi dapat mengindikasikan seseorang mengalami dehidrasi, seperti berkeringat secara berlebihan selama latihan, kurang mengonsumsi cairan sepanjang hari, serta berlatih di lingkungan yang panas dan lembap. Kondisi tersebut juga dapat terjadi pada orang yang menjalani diet tinggi protein tanpa diimbangi asupan air yang cukup, maupun melakukan latihan berdurasi panjang atau berintensitas tinggi beberapa kali dalam sehari.
Ia juga mengingatkan kehilangan cairan melalui keringat dan dehidrasi dapat berdampak pada performa atlet. Dampaknya antara lain tubuh lebih cepat lelah, stamina menurun, daya tahan berkurang, hingga meningkatnya nyeri otot karena dehidrasi menghambat pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan otot.
Keringat menyebabkan tubuh kehilangan natrium dan kalium. Kondisi tersebut dapat menyebabkan energi menurun serta meningkatkan risiko kram, sakit kepala, dan brain fog atau kesulitan berkonsentrasi selama latihan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!