Tiga Tokoh Jawa Barat ini Angkat Bicara Menanggapi Pernyataan Arteria Dahlan
VISI.NEWS | BANDUNG - Arteria Dahlan kembali menjadi buah bibir, kali ini dari masyarakat Jawa Barat. Anggota Komisi III DPR RI ini dalam rapat di Gedung DPR RI, meminta Jaksa Agung memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Asep N Mulyana. Gara-garanya, Asep diduga menggunakan bahasa Sunda saat rapat.
Masyarakat Sunda langsung bereaksi. Ragam media sosial muncul pembelaan terhadap penggunaan bahasa Sunda. Sebuah poster di medsos "Basa Sunda Diusik, Urang Sunda Ngulisik" bertebaran. Beberapa tokoh di Jawa Barat pun angkat bicara.
Kang Emil meminta agar Arteria Dahlan segera meminta maaf kepada orang Sunda. Gubernur Jawa Barat mengeluarkan pernyataan resmi melalui instagram pribadinya. Ia mengimbau agar Arteria Dahlan meminta maaf kepada masyarakat Sunda di Nusantara ini. "Kalau tidak dilakukan, pasti akan bereskalasi," ungkapnya.
Kata Kang Emil, orang Sunda itu sebenarnya pemaaf jadi sebaiknya hal itu segera dilakukan oleh legislator asal Dapil 6 Jatim itu.
"Ada dua jenis masyarakat dalam melihat perbedaan. Pertama, ada yang melihat perbedaan itu sebagai kekayaan atau sebagai rahmat. Saya berharap mayoritas warga melihat perbedaan dengan cara ini. Kelompok kedua, ada yang melihat perbedaan sebagai sumber kebencian dan itu yang harus dilawan," katanya.
Ia menyesalkan statement dari Arteria Dahlan terkait masalah bahasa yang ada ratusan tahun atau ribuan tahun, menjadi kekayaan Nusantara ini.
Sedangkan politisi yang sedang populer di medsos Dedi Mulyadi dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa selaku orang Sunda, ia marah besar dan memprotes pernyataan Arteria Dahlan tersebut. "Kalau Kajati terima suap atau korupsi layak dicopot, tapi kalau ngomong bahasa Sunda harus dicopot sangat keterlaluan dan bisa menyinggung orang Sunda," ungkap Dedi.
Sedangkan Budi Dalton menyerukan agar orang sunda bangkit. ‘Urang Sunda hudang euy’ kepada warga Sunda agar melirik pernyataan tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!