Tiga Jenis Sanad Agama di Masa Sekarang

ED
Minggu, 23 Januari 2022 | 06:21 WIB
Bagikan
Tiga Jenis Sanad Agama di Masa Sekarang

VISI.NEWS | BANDUNG - Sanad merupakan hal yang penting dalam dunia Islam, khususnya dalam menjaga validitas informasi yang disampaikan dari guru ke murid, dari masa Rasulullah hingga guru kita atau dari penulis kitab hingga kita yang memelajari kitab tersebut.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Dr. Mahmud Thahan dalam kitabnya, Taysir Musthalah al-Hadits, bahwa sebuah kabar (خبر) tidak dapat diterima kebenarannya sebelum diketahui terlebih dahulu ketersambungan sanadnya. Lantas, apa yang dimaksud dengan sanad?

Dr Mahmud Thahan menyebutkan sebuah definisi sanad secara bahasa dan istilah dalam Taysir Musthalah al-Hadits:

لغةً المعتمد، وسمي كذلك؛ لأن الحديث يستند إليه، ويعتمد عليه واصطلاحًا: سلسلة الرجال الموصلة للمتن

Artinya, "Sanad secara bahasa adalah al-mu’tamad (tempat bersandar atau bergantung), dinamakan demikian sebab hadits disandarkan kepada sanad atau bergantung kepadanya. Secara istilah, sanad adalah silsilah para perawi yang menyambung hingga ke matan," (Dr Mahmud Thahhan, Taysir Musthalah al-Hadits, , halaman 19).

Sanad merupakan kekhususan umat Nabi Muhammad Saw yang tidak dimiliki umat-umat sebelumnya. Terkait hal ini Imam al-Sakhawi menulis dalam karyanya, Fath al-Mugits bi Syarh Alfiyah al-Hadits, sebuah bab khusus yang menjelaskan hal ini. Imam al-Sakhawi menyebutkan:

وَقَدْ رُوِّينَا مِنْ طَرِيقِ أَبِي الْعَبَّاسِ الدَّغُولِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ حَاتِمِ بْنِ الْمُظَفَّرِ يَقُولُ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَكْرَمَ هَذِهِ الْأُمَّةَ وَشَرَّفَهَا وَفَضَّلَهَا بِالْإِسْنَادِ، وَلَيْسَ لِأَحَدٍ مِنَ الْأُمَمِ كُلِّهَا قَدِيمِهَا وَحَدِيثِهَا إِسْنَادٌ، إِنَّمَا هُوَ صُحُفٌ فِي أَيْدِيهِمْ، وَقَدْ خَلَطُوا بِكُتُبِهِمْ أَخْبَارَهُمْ، فَلَيْسَ عِنْدَهُمْ تَمْيِيزٌ بَيْنَ مَا نَزَلَ مِنَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَبَيْنَ مَا أَلْحَقُوهُ بِكُتُبِهِمْ مِنَ الْأَخْبَارِ الَّتِي أَخَذُوهَا عَنْ غَيْرِ الثِّقَاتِ.

Artinya, “Telah diriwayatkan kepada kami dari jalur Abu al-‘Abbas al-Daguli, ia berkata: Aku mendengar Muhammad ibn Hatim ibn al-Muzaffar berkata: 'Sungguh Allah memuliakan umat ini (umat Nabi Muhammad), mengagungkan dan mengutamakannya dengan ‘isnad’. Tidak satu pun dari umat sebelumnya maupun setelahnya yang memiliki tradisi sanad. Mereka hanya memiliki suhuf, sedang suhuf-suhuf tersebut tercampur dengan banyak informasi,'....” (Imam al-Sakhawi, Fath al-Mugits bi Syarh Alfiyah al-Hadits, , juz III, halaman 330).

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.