Tidak Semua Orang Cocok Konsumsi Roti Gandum, Ini Alasannya
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 12 Juli 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Roti gandum kini menjadi pilihan populer masyarakat urban, terutama sebagai menu sarapan sehat. Kandungan serat tinggi di dalamnya membuat roti gandum dianggap mampu menahan rasa lapar lebih lama, sehingga cocok bagi mereka yang sedang diet.
Ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, Toto Sudargo, menjelaskan bahwa roti gandum memiliki indeks glikemik rendah, sehingga tidak membebani kerja pankreas dan aman untuk dikonsumsi siapa saja.
"Kalau indeks glikemiknya rendah berarti tidak memicu untuk terjadinya kerja keras pada pankreas,” ungkap Toto pada Kamis (10/7/2025).
"Roti gandum punya indeks glikemik yang rendah karena seratnya tinggi," tambahnya.
Toto juga menyebutkan bahwa konsumsi roti gandum menjadi kebiasaan masyarakat Afrika, yang dikenal memiliki ketahanan fisik kuat berkat asupan serat yang tinggi. Selain itu, roti gandum disebutnya tidak menyebabkan inflamasi dalam tubuh.
Namun, meski kaya nutrisi, roti gandum tidak sepenuhnya bebas risiko. Dokter gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen, mengingatkan bahwa bagi penderita alergi gluten, roti gandum dapat menimbulkan reaksi alergi. Selain itu, bagi pengidap sindrom iritasi usus besar (IBS), kandungan fruktan dalam gandum dapat memicu masalah pencernaan seperti kembung, kram, atau sembelit.
Lauren Harris-Pincus, pakar nutrisi dari NutritionStarringYOU.com, menambahkan bahwa bukan gluten yang menjadi masalah utama bagi penderita IBS, melainkan fruktan dalam gandum yang sulit dicerna oleh usus mereka.
Dengan demikian, meski roti gandum memiliki banyak manfaat, penting untuk menyesuaikan konsumsinya dengan kondisi kesehatan masing-masing. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!