Tidak Hanya Garam, Ini Daftar Makanan yang Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi
Keripik, biskuit, dan aneka makanan ringan kemasan umumnya tinggi natrium serta lemak jenuh atau lemak trans. Kombinasi ini dapat memicu peradangan, stres oksidatif, serta gangguan profil lipid. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah, terutama jika camilan kemasan dikonsumsi secara rutin. 5. Makanan cepat saji
Fast food dikenal mengandung garam, gula tambahan, serta lemak jenuh dan trans dalam jumlah tinggi. Kandungan tersebut digunakan untuk menjaga konsistensi rasa dan memperpanjang daya simpan. Sejumlah studi menunjukkan, konsumsi makanan cepat saji yang tinggi berkaitan dengan risiko hipertensi yang lebih besar. Meski konsumsi sesekali masih bisa ditoleransi bagi sebagian orang sehat, pengidap tekanan darah tinggi disarankan lebih selektif memilih menu.
6. Makanan yang digoreng
Ayam goreng, kentang goreng, dan berbagai makanan gorengan lainnya merupakan sumber lemak jenuh dan lemak trans, serta natrium. Konsumsi gorengan dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi dan obesitas. Penelitian juga menunjukkan, frekuensi konsumsi gorengan yang tinggi berhubungan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, terutama pada perempuan.
7. Alkohol
Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah baik secara langsung maupun dalam jangka panjang. Konsumsi tiga gelas alkohol atau lebih per hari diketahui meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung. Selain itu, alkohol memengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sesaat setelah dikonsumsi. 8. Makanan kaleng tinggi garam
Sebagian produk makanan kaleng mengandung natrium tinggi sebagai bahan pengawet. Tanpa disadari, konsumsi makanan kaleng dapat menyumbang asupan garam berlebih.
Membilas makanan kaleng sebelum dikonsumsi dapat membantu menurunkan kadar natriumnya. Beberapa penelitian juga menyebutkan, lapisan kaleng tertentu mengandung bisphenol A (BPA) yang diduga dapat memengaruhi hormon dan tekanan darah, meski masih memerlukan kajian lanjutan. Sebaliknya, pola makan kaya buah dan sayur, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta produk susu rendah lemak dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah. Asupan serat dan kalium juga berperan penting dalam membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!