Thailand Jadi Pusat AI Baru ASEAN: Peluang Digital Baru di Asia Tenggara

ED
Selasa, 30 Desember 2025 | 04:09 WIB
Bagikan
Thailand Jadi Pusat AI Baru ASEAN: Peluang Digital Baru di Asia Tenggara

VISI.NEWS | BANGKOK  – Di tengah perhatian global yang masih tertuju pada persaingan AI, kini Thailand mulai membangun identitas baru sebagai "Pusat AI bagi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (PERBARA/ASEAN)". Pemerintah terus mendorong inisiatif "Thailand 4.0" secara konsisten, dengan menempatkan ekonomi digital sebagai penggerak utama transformasi nasional.

Perluasan AI dan pusat data di Thailand mendorong sejumlah tren transformatif, antara lain:

Perubahan pola lalu lintas data. Seiring bertambahnya pusat data di Bangkok, Chonburi, dan wilayah lainnya, Thailand berkembang dari "titik transit" data tradisional menjadi "pusat konvergensi" regional. Lalu lintas digital timur–barat makin meningkat, dengan klaster pusat data di Thailand yang kian mampu memenuhi kebutuhan komputasi Asia Tenggara dan kawasan Asia-Pasifik yang lebih luas.

Optimalisasi perutean data. Aliran data yang sebelumnya bergantung pada kabel bawah laut melalui Hong Kong dan Singapura sedang dialihkan ke koridor digital berbasis darat yang menghubungkan Tiongkok, Laos, dan Thailand. Rute ini mengurangi latensi transmisi data dari wilayah barat daya Tiongkok ke Asia Tenggara. Peningkatan ekspektasi bisnis. Permintaan pasar bergeser dari sekadar "ketersediaan bandwidth yang memadai" menuju "pengalaman berkualitas tinggi".

Thailand berada pada "titik latensi optimal" bagi pasar utama Asia-Pasifik, dengan latensi ke Singapura, Vietnam, dan Malaysia yang berada dalam kisaran optimal. Hal ini menjadi keunggulan penting bagi sektor yang sangat peka terhadap latensi, seperti kendaraan otonom, pelayanan kesehatan jarak jauh, dan teknologi keuangan.

Peluang baru tentu membawa tantangan baru, dan Thailand juga menghadapi tiga tantangan berikut:

1. Lonjakan lalu lintas yang membebani jaringan yang ada: Dibandingkan dengan pusat yang telah matang seperti Singapura, Thailand masih memiliki keterbatasan jumlah kabel bawah laut internasional. Sebagian besar data lintas negara masih harus ditransmisikan melalui jalur memutar. Sementara itu, seiring peningkatan investasi pusat data, volume lalu lintas juga akan terus bertambah. Analisis menunjukkan bahwa pada tahun 2029, kapasitas pusat data Thailand bisa mencapai 2.000 MW, dengan lalu lintas ke luar wilayah yang melonjak hingga 630 Tbps. Arsitektur jaringan saat ini sudah tidak mampu mendukung beban lalu lintas sebesar itu lagi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.