Tetra Pak Meluncurkan Laporan Keberlanjutan 2021, Menguatkan Kembali Komitmen untuk Akselerasi Ekonomi Sirkular di Indonesia
VISI.NEWS – Tetra Pak, perusahaan solusi pengemasan dan pemrosesan makanan ternama di dunia, telah meluncurkan Laporan Berkelanjutan 2021 guna memperkuat ambisi dan komitmen untuk melindungi yang baik: melindungi makanan, manusia, dan planet.
Laporan tersebut menekankan pentingnya mengatasi tantangan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang saling terekoneksi antara satu sama lain untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Beberapa sorotan global dari laporan tahun ini di antaranya:
- Tetra Pak berkolaborasi dengan manufaktur makanan dan minuman untuk menjamin ketersediaan pangan yang aman dan meningkatkan ketahanan sistem pangan sepanjang pandemi Covid-19.
- Mencapai target iklim 2020, memisahkan pertumbuhan bisnis dari emisi GHG di seluruh value chain, cakupan 1, 2, 3 (-19 versus 2010). Tetra Pak juga mencapai penurunan GHG yang luar biasa hingga -70% di dalam operasi perusahaan dari tahun 2010 hingga 2020, cakupan 1 dan 2.
- Tetra Pak telah meningkatkan inovasi dengan menyediakan solusi berkelanjutan dalam pemrosesan dan pengemasan kepada konsumen. Di Indonesia, misalnya, Tetra Pak telah merancang suatu proses bagi petani-petani kecil untuk menjaga rasa air kelapa dan mentransformasikan bagian-bagian lain dari buah menjadi krim kelapa, minyak, dan susu yang bernilai tinggi.
- Dengan lebih dari 170 operasi daur ulang kemasan karton ulang di dunia, Tetra Pak berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan value chain daur ulang dalam berbagai macam aktivitas, yang berkontribusi kepada bertambahnya kemasan karton daur ulang global hingga 27% di tahun 2020.
“Laporan tahun ini memperkuat ambisi dan komitmen Tetra Pak di seluruh area kerja berkelanjutan kami secara global, termasuk Indonesia. Tetra Pak telah membantu memperluas pengumpulan minuman karton, karbon jejak dan daur ulang di sini selama hampir 50 tahun, yang menegaskan komitmen Panjang kami untuk berkontribusi terhadap ekonomi sirkular. Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen yang sangat besar terhadap manajemen sampah, mengatur target nasional sebesar 30 persen untuk pengurangan sampah dan 70 persen untuk manajemen sampah di tahun 2025. Di Tetra Pak Indonesia, seluruh pekerjaan berkelanjutan kami bertujuan untuk mencapai hal-hal ini,” ujar Michael Wu, Managing Director dari Tetra Pak Malaysia, Singapura, Filipina dan Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!