Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Tes Kesiapan Sekolah SD Semarang Picu Dampak Sosial

Desi Rossilawati
Kamis, 30 April 2026 | 08:22 WIB
Bagikan
Tes Kesiapan Sekolah SD Semarang Picu Dampak Sosial

Anggota Komisi V DPRD Banten Budi Prajogo./visi.news/faktabanten.

Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa tes ini dapat menjadi faktor tambahan yang mempengaruhi rasa percaya diri orang tua dan anak dalam menghadapi pendidikan formal. Tekanan sosial juga berpotensi muncul, terutama jika hasil tes dianggap sebagai penentu utama kelayakan anak masuk sekolah dasar.

Selain itu, isu lain yang ikut mencuat dalam diskursus pendidikan adalah optimalisasi jalur afirmasi dalam sistem penerimaan murid baru. Seperti disampaikan oleh Anggota Komisi V DPRD Banten Budi Prajogo, masih terdapat kuota afirmasi yang belum termanfaatkan secara maksimal akibat kendala administratif dan kurangnya informasi di masyarakat.

"Ada jalur yang belum banyak diketahui oleh pendaftar SPMB, dan pada tahun-tahun sebelumnya masih banyak kuota kosong, yaitu jalur afirmasi," ujar Budi Prajogo, Anggota Komisi V DPRD Banten sebagaimana dilansir dari harianbasis.co.

Ia menilai bahwa seharusnya kuota afirmasi sebesar 30 persen dapat dimanfaatkan secara optimal untuk keluarga prasejahtera dan penyandang disabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan pendidikan tidak hanya berada pada tahap seleksi, tetapi juga pada akses informasi dan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan yang berlaku.

Dengan adanya Tes Kesiapan Sekolah dan sistem SPMB yang semakin terstruktur, masyarakat dihadapkan pada kebutuhan adaptasi yang lebih besar. Di satu sisi, kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sejak dini, namun di sisi lain menuntut kesiapan sosial yang lebih merata agar tidak menimbulkan kesenjangan baru dalam akses pendidikan dasar. @desi

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.