Terkait Berita Bersumber dari Medsos, Riana, "Media Massa Harus Bijak dan Seimbang dalam Menyuguhkan Informasi"

ED
Selasa, 23 November 2021 | 20:12 WIB
Bagikan
Terkait Berita Bersumber dari Medsos, Riana, "Media Massa Harus Bijak dan Seimbang dalam Menyuguhkan Informasi"

VISI.NEWS | BANDUNG - Maraknya pemberitaan yang dibuat media massa siber yang bersumber dari akun pribadi media sosial (Medals) mendapatkan perhatian serius Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat.

Salah satu yang terbaru kisah Dedi Mulyadi dan Yudha Mahasiswa, pada konten akun pribadi medsos Dedi Mulyadi.

AMSI Jawa Barat melihat ada 'kecelakaan' pada kaidah dan prinsip jurnalistik yang dilakukan beberapa media massa siber dalam membuat pemberitaan atas konten tersebut.

AMSI Jabar melihat kecelakaan pada kaidah dan prinsip jurnalistik itu terjadi karena media massa mengejar produksi berita yang bergantung pada tren kata kunci yang sedang viral. Namun mengabaikan keberimbangan. Luput proses konfirmasi, akurasi, dan verifikasi.

"Terlepas soal polemik yang terjadi dalam konten pribadi Dedi Mulyadi, AMSI menyayangkan media massa latah mengikuti framing dalam konten pribadi tersebut. Mengabaikan konfirmasi dan verifikasi," kata Riana A. Wangsadiredja, Ketua AMSI Jawa Barat, Selasa (23/11/2021).

Dengan sekedar ingin mengejar trending topic untuk meraih traffic pembaca, media massa tersebut mengabaikan konfirmasi dan keakurasian data.

Pada konten Dedi Mulyadi terkait Yudha itu misalnya, ada media massa memberitakan bahwa Yudha meminta maaf kepada Dedi Mulyadi. Sumbernya hanya menyadur dari akun medsos FB yang dikira milik Yudha.

Lalu, ada video reportase atas konten tersebut dari media massa siber dengan memberikan judul subjektif cenderung sarkasme terhadap Yudha.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.