Terekam CCTV, Taufik Hidayat Datangi Gedung Pakuan Apa Tujuan?

Desi Rossilawati
Rabu, 1 Juli 2026 | 16:13 WIB
Bagikan
Terekam CCTV, Taufik Hidayat Datangi Gedung Pakuan Apa Tujuan?

Rekaman CCTV saat Taufik Hidayat mendatangi Gedung Pakuan./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan fakta baru dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29). Sebelum ditangkap aparat Polda Jawa Barat, tersangka Taufik Hidayat (30) diketahui sempat mendatangi Gedung Pakuan untuk meminta bertemu dengannya.

Keterangan tersebut disampaikan Dedi usai menjenguk korban yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin (29/6/2026). Menurutnya, kedatangan Taufik terjadi pada dini hari sebelum pelaku akhirnya ditangkap polisi di wilayah Majalaya.

"Jadi, Taufik sempat datang ke Gedung Pakuan jam 4.00 WIB dini hari, menemui pos jaga dan dia ngomong pakai helm, pakai masker, saya ingin ketemu Pak Gubernur, saya mau dipenjara tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu," ujar Dedi dalam keterangannya dikutip, Rabu (1/7/2026).

Dedi mengatakan informasi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) di Gedung Pakuan. Saat itu, Taufik yang telah berstatus tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Jawa Barat berupaya meminta bantuan petugas jaga agar dapat bertemu dengannya.

Selain itu, Dedi mengungkapkan bahwa Taufik juga sempat berusaha mendatangi kediaman pribadinya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Namun, upaya tersebut tidak terlaksana karena orang yang mengantarnya mengaku takut.

"Jadi itu dan CCTV-nya ada, dan dia mencari dan dia juga berusaha datang ke Lembur Pakuan, sampai di Cikawung, yang nganternya tidak berani, karena takut di jalan, dilihat orang, digebukin, jadi takut yang nganternya," ucap Dedi.

Menurut Dedi, berdasarkan informasi yang diterimanya, Taufik tidak bermaksud meminta perlindungan dari proses hukum. Pelaku disebut ingin menyerahkan diri setelah terlebih dahulu menyampaikan sesuatu secara langsung kepadanya.

"Jadi dari bahasanya dia siap dipenjara, tapi sebelum dipenjara ada sesuatu yang ingin disampaikan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menyampaikan perkembangan kondisi korban yang masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung. Ia mengaku tidak menemui korban secara langsung demi menjaga proses pemulihan medis dan psikologis.

"Saya bertemu dengan direktur dan para dokter yang menangani, hampir 40 yang menangani. Intinya adalah menanyakan perkembangan, karena kalau melihat pasiennya tidak mau, pertama takut saya membawa kuman, nanti malah merepotkan pasien," ujarnya.

Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus memberikan pendampingan kepada korban hingga pulih, termasuk mendukung seluruh proses pengobatan dan tindakan medis yang diperlukan.

"Paling utama adalah melihat perkembangan dan rencana ke depan, dari sisi medis dan insya Allah tadi sudah disampaikan, Pemprov Jabar akan mendampingi sampai sembuh," tegasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.