Temukan Kejanggalan, Korban Eksekusi Dukuh Pakis Lapor ke DPRD

ED
Selasa, 22 Agustus 2023 | 21:38 WIB
Bagikan
Temukan Kejanggalan, Korban Eksekusi Dukuh Pakis Lapor ke DPRD

VISI.NEWS | SURABAYA -Polemik sengketa tanah di Jl. Dukuh Pakis IV-A Surabaya belum selesai. Pasca eksekusi yang dilakukan juru sita Pengadilan Negeri, korban melakukan perlawanan terhadap putusan pengadilan, karena adanya kejanggalan dari sertifikat tanah tersebut.

Jagad Hariseno (Seno) selaku tim kuasa hukum warga dari Posko Pandegiling Surabaya, Lurah dan Camat Dukuh Pakis, Polrestabes Surabaya, Badan Pertahanan Nasional (BPN) Surabaya atau Kantor Pertahanan Surabaya 1, dan (Organisasi Perangkat Daerah) OPD lainnya hadiri Rapat atas permasalahan ini di Komisi C DPRD Kota Surabaya, Selasa (22/8/2023).

Dalam rapat tersebut Seno menceritakan kronologi sejak 1978 hingga poin-poin penting yang janggal. Juga ditampilkan file sertifikat tanah tersebut yang janggal atas Warkah atau cara mendapatkan atas hak sertifikatnya. Hal ini diperumit dengan tidak dibawanya buku tanah oleh para OPD terkait.

“Kami meminta kepada Dewan untuk meminta kepada BPN agar membuka dokumen warkah nya supaya bisa lebih jelas. Karena dari dokumen yang kami terima, sertifikat yang dipakai dasar untuk eksekusi itu pun, satu kali pun belum pernah diverifikasi atau dicek di BPN,” ungkap Seno.

Seno menegaskan, proses dikeluarkannya sertifikat itu harus jelas. Karena pihaknya yakin, bahwa apa yang terjadi di Dukuh Pakis merupakan pelanggaran baik dari hak warga yang sudah dirobohkan bangunannya, tidak ada ganti rugi, dan pasca eksekusi warga juga harus kehilangan barang-barang berharga miliknya, karena proses eksekusi warga seperti “dijarah”.

Pihaknya sudah menempuh jalur hukum, melakukan gugatan perlawanan melalui lembaga hukum dari Ikatan Penasehat Hukum Indonesia dan lewat dewan.

“Kita mohon ke pimpinan dewan untuk mempercepat hearingnya, terutama untuk kita bisa membuka data warkah yang dari BPN. Karena itu akan menjelaskan banyak hal, kemudian itu juga membuka banyak sekali mungkin proses-proses yang sama ini kami duga itu cacat di hukum,” jelas Seno.

Pada rapat hari ini, Komisi C bersama seluruh peserta rapat mengambil kesimpulan. Pertama, dalam pertemuan selanjutnya Kantor Pertanahan Surabaya 1 dan Lurah Dukuh Pakis agar membawa Buku Riwayat Tanah dan Warkah Sertifikat Hak Milik No. 594.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.