Teladan Nabi SAW dalam Kehidupan Berbangsa dan Beragama
KH Yahya Cholil Staquf dalam kata pengantar atas buku mengungkpan rasa bangga atas terbitnya buku ini. Selain itu, ia juga berharap agar buku ini dapat menjadi berkah, memberikan manfaat bagi penulis dan para pembaca, serta memudahkan kita semua untuk semakin memahami dan mengikuti jejak Rasulullah saw. sang pembawa rahmat. ad
Isi Buku Nafas Sang Nabi Secara garis besar, buku ini mengetengahkan enam pembahasan. Sebagai pembukaan, pada Bab I dipaparkan misi profetik diutusnya Nabi Muhammad saw. yang tidak hanya sebagai pembawa risalah, melainkan juga sebagai pembawa rahmat yang universal, kasih sayang yang mencakup seluruh kalangan. Keluasan kasih sayang beliau dibahas secara runtut, mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, hingga lingkup terbesar yaitu terhadap binatang, lingkungan, dan alam semesta. Di bab ini tampak bahwa Nabi saw adalah sosok yang mengedepankan kasih sayang.
Dalam Bab II Politik Kebangsaan, dibahas secara mendalam kepribadian Rasulullah saw sebagai pemimpin besar yang berhasil mempersatukan Jazirah Arab yang terpecah-belah oleh sekat-sekat kesukuan dan fanatisme kekabilahan yang tinggi di bawah satu tampuk kepemimpinan. Selain itu, disampaikan pula kepiawaian Nabi saw dalam mengatur dan mengelola negara.
Sebagi kontekstualisasi dari teladan Nabi saw pada bab ini diutarakan pula bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan manifestasi rahmat yang tidak perlu diotak-atik, bahkan direkonstruksi ulang sistem ketatanegaarannya, sebab dasar negara seperti Pancasila serta simbol-simbol kenegaraan Indonesia tidaklah bertentangan dengan agama Islam. Norma-norma dakwah menempati Bab III. Dewasa ini, suara para pendakwah dengan lantang terdengar di mana-mana.
Namun sayangnya, tidak sedikit muatan dakwah dicemari oleh unsur provokaai, saling menyalahkan, ujaran kebencian, bahkan cacian terhadap pemerintah.
Karenanya, demi merefleksikan kembali dakwah yang ideal, pada bab ini dikupas bagaimana dakwah ala Nabi saw yang santun, lemah lembut, dan penuh belas kasih.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!