Teladan Nabi SAW dalam Kehidupan Berbangsa dan Beragama
VISI.NEWS | BANDUNG - Akhir-akhir ini seiring berkembangnya teknologi, ilmu pengetahuan dan informasi juga semakin mudah dan cepat diakses, termasuk ilmu agama yang tersebar luas di dunia maya.
Namun disayangkan, muncul orang-orang yang menyebarkan pemahaman yang meresahkan. Caci maki dan perkataan kasar begitu mudah keluar dari mulut mereka. Tindak kekerasan mereka sebut sebagai jihad. Begitu mudah mereka menyalahkan orang lain yang tidak sejalan.
Bahkan mereka menyatakan negara Indonesia tidak sesuai dengan ajaran Islam. Menyikapi fenomena tersebut, semangat memahami agama melalui teladan sikap dan kepribadian Rasulullah saw perlu digelorakan. Bagaimana ajaran Islam yang baik dapat dipelajari secara cermat melalui sepak terjangnya dalam menjalani aktivitas sehari-hari, karena beliau adalah teladan terbaik umat manusia.
Sejarah kehidupan Nabi saw merupakan mata air yang menyegarkan keimanan, menyalakan semangat Islam dalam hati dan jiwa, serta menjadi inspirasi bagi umat manusia untuk bangkit dari keterpurukan.
Namun, mungkin ada sebagian orang yang meragukan apakah sosok Nabi Muhammad saw masih relevan dijadikan panutan di zaman modern, masa ketika dunia terpetak-petak dalam negara dan bangsa, padahal era beliau sudah lewat ratusan tahun?
Menjawab pertanyaan itu Pondok Pesantren Lirboyo, melalui Wisudawan Mahasantri Ma’had Aly 2022-2023 menerbitkan buku dengan tema relasi agama dan negara yang berjudul, “Nafas Sang Nabi: Menghayati Kehidupan Rasulullah saw dalam Beragama dan Berbangsa”.
Dalam buku karya Tim KLASIK (Kajian Intelektual Khazanah Islam Dinamika Kekinian) Wisudawan Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo, Tahun Akademik 2022-2023 ini dikupas jejak kehidupan Rasulullah saw khususnya dalam aspek kehidupan beragama dan berbangsa, untuk membuktikan bahwa beliau benar-benar manusia sempurna, serta teladan utama dan terbaik umat manusia yang tak lekang oleh waktu.
KH Said Aqil Sirodj dalam kata pengantar buku memberikan apresiasi, buku ini dapat menjadi terobosan yang sangat baik dan ideal dalam memperkuat dan mendukung nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Piagam Madinah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!