Tech4Nature: Mengapa Hutan Sehat Wujudkan Manusia Sehat
Salah satu cara teknologi melestarikan ekosistem hutan adalah mencegah pembalakan liar. Apalagi, 90% penebangan pohon di hutan sebenarnya dikategorikan sebagai pembalakan liar, dan aksi pembalakan liar menjadi kontributor utama dalam deforestasi global.
Maka, di Taman Nasional Similajau, Negara Bagian Sarawak, Malaysia, Huawei bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Sarawak dan Sarawak Forestry Corporation untuk membantu pemerintah Sarawak melestarikan hutan hujannya. Taman nasional ini tak hanya sarat akan keanekaragaman hayati, namun juga sumber obat-obatan dan pangan yang berkelanjutan bagi warga setempat. Banyak warga lokal juga menggantungkan mata pencahariannya pada hutan.
Meski demikian, pembalakan liar tetap menjadi ancaman utama, dan menimbulkan kerusakan yang menjalar luas di ekosistem hutan hujan, bahkan merusak keanekaragaman hayati.
Kini, harapan baru muncul. Alat pemantauan suara (acoustic monitoring) "Guardian" mampu mendeteksi suara truk dan gergaji yang digunakan dalam pembalakan liar. Setiap alat Guardian menjangkau area sejauh 7 km, serta mengirim notifikasi langsung lewat platform komputasi awan pada ponsel petugas penjaga hutan sehingga membantu intervensi.
Teknologi pemantauan audio dan visual, serta alat analisis kecerdasan buatan (AI) juga ikut memonitor spesies terancam punah berdasarkan vokalisasinya. Setelah melacak populasi dan penyebaran satwa ini, ahli cagar alam dapat mengembangkan kebijakan konservasi yang akurat. Spesies payung (umbrella species) secara khusus berada dalam pantauan, sebab kondisinya sangat penting bagi kesehatan ekosistem hutan sebagai habitatnya. Beberapa proyek pemantauan keanekaragaman hayati yang menyasar spesies payung, menyasar rubah Darwin di Chile, dan jaguar di Cagar Alam Negara Bagian Dzilam, Meksiko.
Teknologi juga dapat menopang konservasi berteknologi pintar di area hutan. Di Swiss, proyek uji coba Tech4Nature yang melibatkan kerja sama dengan IUCN dan Porini Foundation, memakai blockchain untuk mengembangkan sebuah sistem yang melacak carbon sequestration guna meningkatkan transparansi dan keterlacakan (traceability) transaksi penyerap karbon di hutan. Sistem kredit yang tersedia dalam proyek ini dapat membiayai program pelestarian keanekaragaman lainnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!