TB Hasanuddin: Krisis Selat Hormuz Ancam Energi Global, Indonesia Harus Waspada
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 24 Juni 2025 | 07:10 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya potensi penutupan Selat Hormuz, dapat membawa dampak serius terhadap stabilitas energi global dan Indonesia.
Ia menekankan bahwa Selat Hormuz adalah jalur strategis bagi pengiriman 20–30 persen minyak mentah dunia.
“Blokade Selat Hormuz akan menyebabkan terganggunya pasokan minyak dan memicu kenaikan harga minyak mentah dunia,” kata TB Hasanuddin, Senin (23/06/2025), mengacu pada lonjakan harga minyak Brent yang telah naik dari USD 65 menjadi USD 73 per barrel hanya dalam dua pekan terakhir.
Menurutnya, meski belum ada serangan langsung ke fasilitas migas, potensi gangguan tetap tinggi. Iran, dengan cadangan minyak terbesar kedelapan dan cadangan gas terbesar keempat di dunia—berperan besar dalam rantai pasokan energi global. Diperkirakan sekitar 3 persen suplai minyak dunia dapat terdampak.
Indonesia, sebagai negara pengimpor energi dari Timur Tengah, sangat rentan terhadap krisis ini. Hasanuddin menyebut potensi dampak berupa pembengkakan subsidi BBM, lonjakan harga domestik, dan tekanan inflasi yang dapat menurunkan daya beli masyarakat.
Ia mengatakan pasokan LPG dari Qatar dan UEA juga melewati Selat Hormuz.
“Peningkatan biaya logistik juga akan terjadi jika Indonesia harus mencari jalur alternatif untuk suplai energi,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi krisis energi yang mungkin terjadi, TB Hasanuddin menyarankan beberapa langkah strategis:
- Diversifikasi sumber energi ke energi terbarukan
- Diplomasi energi dengan negara di luar kawasan Teluk Persia
- Penguatan cadangan energi nasional
- Percepatan pembangunan kilang minyak domestik
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!