Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Target Ayep Zaki Soal Pembangunan Infrastruktur Kota Sukabumi: Dipercepat, Dikerjakan 2-3 Tahun

Desi Rossilawati
Minggu, 19 April 2026 | 17:43 WIB
Bagikan
Target Ayep Zaki Soal Pembangunan Infrastruktur Kota Sukabumi: Dipercepat, Dikerjakan 2-3 Tahun

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki./visi.news/Andri.

VISI NEWS | SUKABUMI - Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan rencana percepatan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur. Ia menjelaskan, program pembangunan akan dipercepat dalam kurun waktu lebih singkat, sebagai strategi efisiensi anggaran.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan dengan menarik rencana pembangunan yang semula diproyeksikan selama delapan tahun agar bisa direalisasikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Semua akan ada perubahan, termasuk infrastruktur, pembangunan 8 tahun kedepan bisa dikerjakan dalam tempo 2-3 tahun kedepan,” ujarnya, Sabtu (17/4/2026).

Dia menjelaskan, harga material saat ini masih relatif lebih murah dibandingkan beberapa tahun ke depan. Menurut dia, harga material akan dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Seperti naiknya harga BBM non-subsidi yang berpotensi memicu lonjakan harga material bangunan.

“Kita akan Tarik pembangunan ini, kenapa? ada satu keuntungan, barang hari ini jauh lebih murah, dibanding dengan barang-barang pengadaan di 8 tahun yang akan datang. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur untuk 8 tahun kedepan kita akan tarik, untuk memberikan satu efisiensi dalam pembangunan, karena harga akan jauh lebih mahal. Contoh hari ini sudah ada kenaikan BBM non subsidi tentu saja ini akan dibarengi dengan kenaikan-kenaikan material," ujarnya.

Ia menegaskan, strategi ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Sukabumi, baik dari sisi percepatan pembangunan maupun efisiensi biaya.

"Oleh karena itu kita harus ada strategi di Kota Sukabumi membangun lebih cepat, itu akan menguntungkan untuk masyarakat Sukabumi," pungkasnya. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.