Tantangan Orangtua Milenial di Era Digital: Mengatasi FOMO Parenting dan Pentingnya Perencanaan Keuangan
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 24 Desember 2024 | 01:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Di tengah kemajuan teknologi dan media sosial, orangtua milenial menghadapi tantangan tersendiri dalam membesarkan anak-anak mereka. Menurut statistik, hampir 90 persen orangtua milenial merupakan pengguna aktif media sosial, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan generasi X yang hanya mencapai 76 persen. Fenomena ini menciptakan paparan informasi yang berlebihan, terutama mengenai standar pengasuhan yang dianggap "sempurna". Banyak orangtua melaporkan merasa tertekan saat melihat pencapaian anak-anak lain, yang sering kali disampaikan melalui komentar atau postingan di media sosial.
Sejumlah influenser, seperti Lydia Kyle dan Abby Eckel, mengungkapkan bahwa akses informasi yang luas ini sering kali justru menimbulkan kritik yang menyudutkan mengenai metode pengasuhan mereka. Ini membuat orangtua merasa ragu dan takut mengambil langkah yang salah dalam mendidik anak. Situasi ini dikenal dengan istilah "FOMO parenting" (fear of missing out), yang diperburuk oleh media sosial yang memfasilitasi perbandingan antar keluarga dengan intensitas yang lebih tinggi. Akibatnya, banyak orangtua rela mengorbankan uang dan energi untuk memenuhi ekspektasi sosial yang tidak realistis.
Pakar psikoanalisis Donald Winnicott memperkenalkan konsep “good enough parenting”, yang menekankan bahwa orangtua tidak perlu menjadi sempurna. Nilai terpenting dalam pengasuhan adalah kemampuan untuk memberikan perhatian, rasa aman, dan dukungan emosional kepada anak. Dalam konteks ini, orangtua perlu menyusun prioritas bagi keluarga mereka dan menyadari bahwa setiap keluarga memiliki kebutuhan serta kemampuan yang unik. Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menambah tekanan yang tidak perlu.
Untuk menghadapi tantangan FOMO parenting, penting bagi orangtua untuk mengenali prioritas mereka sendiri, merefleksikan tujuan pengasuhan, dan membangun sistem pendukung yang sehat. Memiliki komunitas yang mendukung dapat membantu mengurangi rasa tekanan. Selain itu, perencanaan keuangan yang matang juga menjadi kunci untuk memastikan stabilitas finansial keluarga. Dengan membedakan antara kebutuhan esensial dan keinginan yang dipengaruhi oleh tekanan sosial, orangtua dapat menyiapkan anggaran yang realistis.
Salah satu aspek crucial dalam perencanaan keuangan adalah memastikan perlindungan finansial melalui asuransi jiwa. FWD Asuransi Jiwa menawarkan solusi asuransi yang terjangkau, dengan premi mulai dari Rp 70.000 per bulan, memberikan perlindungan untuk keluarga muda. Produk ini tidak hanya sebagai bentuk investasi, tetapi juga sebagai tanggung jawab orangtua untuk melindungi keluarga dari risiko yang tak terduga. Dengan pendekatan yang tepat, orangtua milenial dapat mencapai keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan saat ini dan persiapan untuk masa depan anak-anak mereka, meminimalkan dampak tekanan sosial yang ada. @berlin
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!