Tangkuban Parahu Berpotensi Erupsi Freatik, Masyarakat Diminta Tak Mendekat Kawah
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 28 Juni 2025 | 10:00 WIB
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG BARAT - Gunung Tangkuban Parahu menunjukkan gejala inflasi atau penggembungan tubuh gunung, yang menandakan akumulasi tekanan vulkanik di dalamnya. Bersamaan dengan itu, aktivitas tremor dan hembusan asap di Kawah Ratu juga meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Data Badan Geologi mencatat adanya lonjakan jumlah gempa Low-Frequency (LF) pada 26 Juni 2025, mencapai 116 kejadian. Angka ini naik dibandingkan 103 kejadian pada 25 Juni dan 90 kejadian pada 24 Juni. Selain itu, tercatat satu gempa vulkanik dalam (VA) serta tremor menerus dengan amplitudo 0,5-1 mm.
Kepala Badan Geologi, M. Wafid, menyebut pengamatan deformasi menggunakan EDM dan GNSS menunjukkan adanya inflasi, mengindikasikan tekanan di kedalaman dangkal gunung.
"Hal ini masih menjadi perhatian karena potensi erupsi freatik tetap dapat terjadi secara tiba-tiba, tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas," ujar Wafid, Jumat (27/6/2025).
Wafid mengatakan status Gunung Tangkuban Parahu masih Level I (Normal), masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati area kawah aktif, terutama Kawah Ratu.
Pengamatan visual menunjukkan hembusan asap putih tipis hingga sedang setinggi 180 meter dari Kawah Ratu. Sementara di Kawah Ecoma, asap terpantau hingga 15 meter. Sejak 5 Juni 2025, bualan lumpur juga terus teramati di Kawah Ratu dengan intensitas dan luas yang stabil, disertai getaran tremor menerus.
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak turun ke dasar kawah, tidak berlama-lama di area kawah aktif, dan segera menjauh apabila mencium bau gas menyengat atau melihat peningkatan aktivitas asap.
"Meskipun aktivitas menurun, kewaspadaan harus tetap diperhatikan. Pemerintah Daerah dan BPBD diminta terus menjalin koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu di Desa Cikole serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung," tutup Wafid. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!