Tambang Galian C Ditutup, Dedi Minta Gunung Kuda Dikembalikan Jadi Kawasan Hijau
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 31 Mei 2025 | 20:00 WIB
VISI.NEWS | CIREBON - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa area tambang Galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, yang baru saja mengalami bencana longsor dan menewaskan 17 orang, berada di atas lahan milik Perhutani seluas 30 hektare.
Menurut Dedi, lahan tersebut disewakan kepada tiga yayasan yang masing-masing mengelola tambang batu alam di kawasan tersebut. Ia menyebut akan segera memanggil pihak Perhutani untuk meminta klarifikasi.
"Ini kan Perhutani ini banyak sekali areal-areal hutan yang berubah menjadi areal tambang. Padahal kan Perhutani ini adalah perusahaan pengelola hutan, bukan pengelolaan pengusaha tambang," ujar Dedi, Sabtu (31/5/2025).
Dedi mengkritik keras praktik penyewaan lahan Perhutani untuk kegiatan tambang, yang menurutnya telah menyimpang dari mandat awal perusahaan.
"Dulu perkebunan itu menjadi PT sewa tanah, nah sekarang Perhutani menjadi PT sewa Lahan untuk pertambangan. Nah ini perusahaan BUMN yang aneh-aneh ini segera memperbaiki diri. Ini dosa ini," tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Dedi mengaku telah memerintahkan Pemda Kabupaten Cirebon untuk melakukan perubahan tata ruang, mengalihfungsikan kembali area tambang menjadi kawasan hutan lindung atau ruang terbuka hijau.
"Saya minta Pemda Kabupaten Cirebon untuk segera melakukan perubahan tata ruang. Dikembalikan kembali tata ruang ini menjadi kawasan hijau, bukan kawasan pertambangan," ujarnya.
Dedi juga mengumumkan bahwa izin pertambangan untuk ketiga yayasan pengelola tambang di Gunung Kuda telah resmi dicabut oleh Pemprov Jabar sejak Jumat (30/5/2025) malam.
"Tadi malam, kami sudah mengeluarkan sanksi administrasi dalam bentuk penghentian izin. Pencabutan izin dari tambang ini. Ini kan dikelola oleh Koperasi Pondok Pesantren. Koperasi Pondok Pesantrennya bernama Al-Azhariyah," ungkapnya.
Penutupan permanen lokasi tambang ini dilakukan menyusul tragedi longsor yang menewaskan puluhan pekerja. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan dan mencegah kejadian serupa di masa depan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!