Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Tak Perlu Cotton Bud, Begini Cara Aman Membersihkan Telinga

Desi Rossilawati
Senin, 4 Agustus 2025 | 01:00 WIB
Bagikan
Tak Perlu Cotton Bud, Begini Cara Aman Membersihkan Telinga
VISI.NEWS | BANDUNG - Kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud, pinset, atau bahkan ujung jari, masih dilakukan banyak orang demi mengangkat kotoran telinga yang dianggap mengganggu. Namun, menurut dr. Ashadi Budi, Sp.THT-KL dari RSPI Bintaro Jaya, tindakan ini justru tidak dianjurkan secara medis dan bahkan dapat menimbulkan risiko kesehatan. Dalam temu media yang digelar RSPI pada Selasa (29/7/2025), dr. Ashadi menjelaskan bahwa serumen atau kotoran telinga sejatinya bukan limbah yang harus dibuang, melainkan zat pelindung alami dengan fungsi penting. “Serumen memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Ia juga menjaga kelembapan di dalam saluran telinga agar tidak kering atau iritasi,” terangnya. Ia menambahkan, penggunaan cotton bud justru sering kali mendorong kotoran semakin masuk ke dalam saluran telinga, berpotensi menyebabkan penyumbatan, luka, bahkan kerusakan gendang telinga jika dilakukan secara agresif. Serumen, menurut dr. Ashadi, juga berperan sebagai penyaring alami yang mencegah masuknya debu, kotoran, dan serangga kecil ke dalam telinga. Selain itu, ia membantu membersihkan saluran telinga secara otomatis melalui proses migrasi epitel yang terjadi saat seseorang mengunyah atau berbicara. Meski demikian, ada kalanya kotoran telinga menumpuk dan membentuk sumbatan (serumen prop) yang menyebabkan gangguan seperti penurunan pendengaran, rasa penuh di telinga, dengung, hingga rasa nyeri. Dalam kasus seperti ini, pemeriksaan ke dokter THT sangat disarankan ketimbang membersihkan sendiri dengan alat yang tidak aman. Untuk menjaga kebersihan telinga secara aman, dr. Ashadi menyarankan agar masyarakat hanya membersihkan bagian luar telinga menggunakan waslap basah, atau menggunakan obat tetes pelunak serumen jika dibutuhkan. Jika serumen sudah mengeras dan menyumbat, prosedur medis seperti penyedotan atau irigasi oleh tenaga profesional menjadi pilihan terbaik. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.