Tahun 2050 Indonesia Transisi Energi ke PLTN, Ini Penjelasan Kepala BRIN
Mengutip hasil survei tim riset UNS, yang diketuai Prof. Dr. Sadjidan, Rer. Nat, Bob Effendy berpendapat, penerimaan masyarakat Bangka Belitung terhadap pembangunan PLTN yang mencapai 73,7 persen setuju, menunjukkan persentase lebih tinggi dari penerimaan masyarakat di negara lain.
Prof. Sadjidan, mengemukakan, PLTN sangat dibutuhkan Indonesia untuk mengejar kebutuhan energi ramah lingkungan. Sedangkan untuk mengejar kesejahteraan masyarakat dalam penggunaan listrik, sangat dibutuhkan terobosan baru.
Wakil Rektor UNS bidang kerjasama itu, menunjukan, data kebutuhan listrik di Malaysia sudah 4000 KWh per kapita, sedangkan Indonesia 1200 KWh.
"Kalau jalannya seperti ini, untuk mencapai angka setara 4000 KWh dibutuhkan waktu 100 tahun. Jadi harus ada upaya akselerasi energi ramah lingkungan yang meningkatkan kesejahteraan ramah lingkungan," tandasnya.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!