Tahun 2050 Indonesia Transisi Energi ke PLTN, Ini Penjelasan Kepala BRIN

ED
Rabu, 16 Maret 2022 | 15:02 WIB
Bagikan
Tahun 2050 Indonesia Transisi Energi ke PLTN, Ini Penjelasan Kepala BRIN

Mengutip hasil survei tim riset UNS, yang diketuai Prof. Dr. Sadjidan, Rer. Nat, Bob Effendy berpendapat, penerimaan masyarakat Bangka Belitung terhadap pembangunan PLTN yang mencapai 73,7 persen setuju, menunjukkan persentase lebih tinggi dari penerimaan masyarakat di negara lain.

Prof. Sadjidan, mengemukakan, PLTN sangat dibutuhkan Indonesia untuk mengejar kebutuhan energi ramah lingkungan. Sedangkan untuk mengejar kesejahteraan masyarakat dalam penggunaan listrik, sangat dibutuhkan terobosan baru.

Wakil Rektor UNS bidang kerjasama itu, menunjukan, data kebutuhan listrik di Malaysia sudah 4000 KWh per kapita, sedangkan Indonesia 1200 KWh.

"Kalau jalannya seperti ini, untuk mencapai angka setara 4000 KWh dibutuhkan waktu 100 tahun. Jadi harus ada upaya akselerasi energi ramah lingkungan yang meningkatkan kesejahteraan ramah lingkungan," tandasnya.@tok

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.