Tahir Foundation Bangun Museum Budaya Sains dan Teknologi Bengawan Solo
"Jika ditarik garis lurus di sepanjang Jl. A Yani, di sisi barat ada revitalisasi industri rekaman Lokananta yang selesai April 2023. Kemudian revitalisasi Taman Balekambang selesai Desember 2023. Ke arah timur ada Masjid Raya Syech Al Zayed, proyek Sentra Mebel, kemudian nanti museum yang menjadi satu kawasan dengan STP," ujarnya.
Gibran ingin, semua proyek besar tersebut menjadi branding Kota Solo dengan nama-nama yang simpel. Dia menganggap nama Museum Budaya Sains dan Teknologi Bengawan Solo terlalu panjang sehingga perlu diubah secara simpel seperti perubahan Taman Satwa Taru Jurug menjadi Solo Safari.
"Branding Kota Solo harus dengan nama simpel supaya mudah diingat wisatawan. Pokoknya, Solo nggak mau kalah dengan Jogja dan Semarang. Semua akan di-branding. Kalau tidak punya APBD, kita minta ke gubernur atau ke pusat. Kalau tidak bisa kita mengundang founding seperti pembangunan museum ini," jelasnya.
Pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi Bengawan Solo, menurut Tahir akan selesai paling lambat 2 tahun dan ditarget September 2024 selesai. Museum akan terdiri dari museum budaya, museum ilmu pengetahuan alam, museum ilmu pengetahuan dasar, museum teknologi, serta museum astronomi dan antariksa, dilengkapi pusat riset, perkuliahan dan diskusi ilmiah.
Di kawasan museum seluas lebih 5 hektare itu, juga terdapat solarium taman botani dengan koleksi berbagai tumbuhan dari berbagai belahan dunia. Sedang di halaman luar meseum menjadi tempat rekreasi publik berupa taman permaculture, taman hutan, taman bunga serta ruang terbuka hamparan rumput yang dilengkapi permainan. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!