Syakieb Sungkar Pamerkan Karya Seni Erotis "Erotika" di Galeri Sika, Ubud, Bali
Sebab itu tidak terlalu penting menetapkan pengertian seni erotis yang terlalu ketat. Pengertian tentang erotis, atau fenomena yang dapat membangkitkan rasa erotis, akan berbeda antara manusia. Dalam hal ini, salah satu pembatas yang dapat disepakati, erotika berada dalam ruang seni, sebagai karya seni. Keributan antara makna erotika dan pornografi tentu disebabkan oleh upaya menetapkan keduanya secara tegas. Secara generik pembedaan tersebut dapat dilakukan. Namun perbedaan tersebut tidak clear-cut, adakalanya batasan pornografi dapat masuk ke dalam karya-karya erotika, dan sebaliknya.
***Tajuk Erotika untuk pameran ini mungkin agak terlalu berat , mengingat sebagian besar karya-karya yang ditampilkan masih cukup “sopan”. Kecuali Syakieb Sungkar dan Linkan Palenewen (satu-satunya perupa perempuan dalam pameran ini dan paling muda) yang telah menghasilkan karya-karya erotika secara cukup intens. Goenawan Mohamad, pernah menghasilkan karya-karya sketsa erotika. Bagi lima perupa lain dalam pameran ini, Aswino Aji, Kemalezedine, Ketut Sumadi, Wayan Mandiyasa, dan Wayan Upadana, topik erotika menjadi hal baru.
Ketelanjangan dan persetubuhan merupakan kenormalan dalam erotika—kendati tidak selalu—, dan itu juga tampak dalam karya-karya pada pameran ini. Syakieb, agak badung, melawan tabu, dan sangat jujur dengan posisinya sebagai lelaki. Syakieb, dengan latar belakang sebagai kolektor, artinya memiliki kecintaan dan apresiasi terhadap karya seni (sesuai dengan cita rasa dan preferensi artistiknya) berkarya seni adalah pengalaman langsung dalam mengekspresikan daya artistiknya (tidak sekadar mengkonsumsi/mengapresiasi seni). Bisa jadi hal ini yang menjadikan Syakieb lebih berani dan apa adanya dalam berkesenian. Itu sebabnya dia tanpa tedeng aling-aling menampilkan tubuh wanita maupun pria telanjang. Dalam hal ini, soal tabu dan eksperimentasi melukis secara langsung model merupakan eksplorasinya yang spesial. Namun, itu adalah salah satu bagian saja. Sebab terpenting bagi Syakieb, soal tema erotika ini adalah soal urgensinya untuk berkesempatan melukis. Artinya, tindakan melukis dan bagaimana melukiskannya menjadi hal yang lebih penting.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!