Survei LSI Terbaru, Elektabilitas Ganjar - Mahfud MD Naik 3,2 Persen

ED
Jumat, 5 Januari 2024 | 18:05 WIB
Bagikan
Survei LSI Terbaru, Elektabilitas Ganjar - Mahfud MD Naik 3,2 Persen

VISI.NEWS | BANDUNG - Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, mengalami kenaikan di Jawa Timur. Survei yang sama juga memetakan elektabilitas tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) peserta Pemilu 2024 di provinsi tersebut.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 16-28 Desember 2023, elektabilitas Ganjar-Mahfud naik menjadi 26,6 persen, meningkat 3,2 persen dari survei sebelumnya pada Oktober 2023 yang hanya 23,4 persen. Sementara itu, elektabilitas pasangan nomor urut 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), turun menjadi 16,2 persen, menurun 2,1 persen dari survei sebelumnya yang 18,3 persen. Pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, masih memimpin dengan elektabilitas 46,7 persen, meski turun 1,5 persen dari survei sebelumnya yang 48,2 persen.

Menurut Direktur Eksekutif LSI Denny JA, Djayadi Hanan, kenaikan elektabilitas Ganjar-Mahfud di Jawa Timur disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kinerja Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah yang dinilai baik oleh masyarakat, dukungan dari partai-partai besar seperti PDIP, dan PPP, serta strategi kampanye yang kreatif dan menyentuh hati rakyat. "Ganjar-Mahfud berhasil menarik simpati masyarakat Jawa Timur dengan cara yang berbeda dari pasangan lain. Mereka tidak hanya mengandalkan iklan atau orasi, tetapi juga blusukan, dialog, dan sosialisasi program-program yang pro-rakyat dan pro-keadilan. Mereka juga menunjukkan sikap yang santun, rendah hati, dan bersahaja, yang sesuai dengan karakter masyarakat Jawa Timur," kata Djayadi dalam konferensi pers daring, Jumat (5/1/2024).

Djayadi juga mengatakan bahwa survei ini menunjukkan bahwa pilpres di Jawa Timur kemungkinan akan berlangsung dua putaran, karena tidak ada satu pun pasangan yang mencapai 50 persen lebih satu suara. Ia mengatakan bahwa hal ini dipengaruhi oleh jumlah responden yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab, yang mencapai 10,4 persen. "Jika responden yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab ini terdistribusi secara proporsional, maka tidak ada satu pun pasangan yang bisa menang di putaran pertama. Namun, jika responden ini cenderung memilih salah satu pasangan, maka bisa saja ada pasangan yang menang di putaran pertama. Oleh karena itu, dinamika elektabilitas di Jawa Timur masih cukup terbuka dan bisa berubah-ubah," ujar Djayadi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.