Survei Jakpat: 78% Gen Z dan Milenial, Tertarik untuk Melakukan Zero Waste Movement
Berdasarkan hasil survei tersebut, Head of Research Jakpat, Aska Primardi menilai bahwa mayoritas generasi muda sebenarnya sudah sadar tentang pentingnya isu zero waste ini. Sayangnya, hanya sebagian kecil dari mereka yang sudah menerapkan aktivitas ini. Belajar dari sekelompok generasi muda yang sudah menerapkannya, terlihat bahwa salah satu alasan populernya adalah tren dari lingkungan sekitar yang sudah menerapkannya, dan juga inisiatif mengikuti apa yang dilakukan oleh teman.
“Oleh karena itu, gerakan ini sejatinya tidak cukup hanya dengan menyebarkan informasi tentang pentingnya zero waste, tetapi harus diikuti juga dengan adanya program dari pihak terkait untuk memfasilitasi aktivitas zero waste mereka, ataupun yang paling ekstrem adalah hukuman/denda jika mereka tidak bisa melakukan hal ini,” jelas Aska dalam keterangan tertulis kepada VISI.NEWS, Jumat (15/12/2023).
Penerapan Zero Waste Movement Menggunakan tote bag saat berbelanja (55%), lalu menggunakan tumbler (55%), dan mengurangi penggunaan plastik (54%), menjadi tiga teratas sebagai bentuk dari implementasi zero waste yang mereka lakukan.
Selain itu, penerapannya juga melingkupi berbelanja sesuai kebutuhan saja (49%), menggunakan tempat makan sendiri saat membeli makanan (46%), hingga penggunaan produk eco-friendly (15%).
Jika dilihat dari segi Social Economic Status (SES), penggunaan produk eco-friendly paling banyak dilakukan oleh kalangan upper (21%), diikuti middle (13%), dan lower (10%).
Kesulitan Menerapkan Zero Waste Movement
Sulit menemukan waste bank terdekat menjadi kesulitan terbesar yang dirasakan. Waste bank sendiri merupakan fasilitas atau program dimana seseorang dapat menyetorkan sampah daur ulang seperti kertas, plastik, gelas dan lainnya yang akan ditukarkan dengan rewards.
Selain itu, keluarga atau lingkungan yang tidak mendukung penerapan zero waste menjadi alasan kedua yang dirasakan oleh generasi muda sebagai kesulitan, hal ini tampaknya dipengaruhi oleh sebagian besar dari mereka yang masih tinggal bersama orangtuanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!