Sungai Meluap di Buleleng, Warga Jadi Korban Banjir Bandang

ED
Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:06 WIB
Bagikan
Sungai Meluap di Buleleng, Warga Jadi Korban Banjir Bandang

VISI.NEWS | BALI - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali bagian utara pada Jumat malam (6/3) memicu banjir bandang yang menerjang sejumlah permukiman warga di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Peristiwa ini tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga menelan korban jiwa dan membuat tiga warga lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Banjir bandang tersebut melanda dua wilayah sekaligus, yakni Dusun Santal dan Dusun Ambengan. Arus air yang tiba-tiba meluap dari sungai membawa material kayu dan lumpur, menyapu kawasan permukiman yang berada di sekitar bantaran sungai. Warga yang tidak sempat menyelamatkan diri harus menghadapi derasnya arus yang datang secara tiba-tiba pada malam hari.

Informasi mengenai bencana ini pertama kali diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dari Camat Banjar sekitar pukul 22.10 WITA. Laporan tersebut menyebutkan bahwa hujan deras yang berlangsung cukup lama membuat debit air sungai meningkat tajam hingga akhirnya meluap dan memicu banjir bandang.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan pihaknya segera mengerahkan tim setelah menerima laporan tersebut. Sebanyak tujuh personel diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan upaya penanganan awal sekaligus koordinasi dengan aparat setempat dan unsur SAR lainnya.

“Empat orang warga menjadi korban dalam peristiwa ini, di mana satu orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh warga setempat,” ujar Donny saat memberikan keterangan pada Sabtu pagi (7/3/2026).

Korban meninggal dunia diketahui bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55), warga Dusun Santal. Berdasarkan keterangan saksi mata, saat banjir mulai datang korban berusaha menyelamatkan mobilnya yang berada di dekat rumah. Namun derasnya arus membuat situasi menjadi tidak terkendali.

Menurut penuturan saksi, korban sempat keluar dari kendaraan dan mencoba berpegangan pada pohon kopi yang berada di sekitar lokasi. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkannya. Sebuah pohon besar yang terbawa arus banjir menghantam korban hingga akhirnya ia terseret aliran air.

“Dari keterangan saksi, korban sempat keluar dari mobil dan mencoba meraih pohon kopi untuk bertahan. Namun korban tertimpa pohon besar yang terseret arus banjir,” jelas Donny.

Jenazah korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 23.00 WITA setelah ketinggian air mulai surut. Warga bersama tim SAR kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Pratama Tanguwisia untuk penanganan lebih lanjut.

Selain korban meninggal, banjir bandang juga menyebabkan tiga warga lainnya dinyatakan hilang. Ketiga korban berasal dari Dusun Ambengan, yang rumahnya jebol setelah diterjang luapan air dari Sungai Mendaum. Mereka adalah Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).

Rumah yang mereka tempati berada cukup dekat dengan aliran sungai sehingga ketika banjir datang, bangunan tersebut tidak mampu menahan derasnya arus air. Warga sekitar sempat berusaha melakukan pencarian secara mandiri, namun kondisi gelap dan derasnya arus membuat upaya tersebut tidak maksimal.

Tim SAR sebenarnya telah mencoba melakukan pencarian sejak malam kejadian. Namun operasi tersebut terpaksa dihentikan sementara karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.

“Pencarian kemarin malam terkendala kondisi gelap dan jarak pandang yang terbatas sehingga tidak efektif untuk dilanjutkan,” kata Donny.

Memasuki Sabtu pagi, tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang. Upaya penyisiran difokuskan di sekitar lokasi rumah korban yang rusak, sepanjang aliran sungai, hingga ke area muara dan bibir pantai yang kemungkinan menjadi jalur terbawanya korban oleh arus.

Selain tim SAR, proses pencarian juga melibatkan aparat pemerintah daerah, relawan, serta warga setempat yang ikut membantu menelusuri area sekitar. Kondisi cuaca dan medan yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai agar tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air sungai mulai meningkat secara drastis.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan dengan harapan mereka dapat segera ditemukan. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.