SUARA WARGA | Pelayanan Publik di Baleendah
VISI.NEWS | BALEENDAH - Ketika penulis berniat mengirimkan surat ke kantor Kecamatan Baleendah, jam tangan yang dipakai penulis sudah menunjukkan jam 13.20 Wib, dan ketika memasuki ruang pelayanan publik, saya melihat kursi pelayanan yang diisi oleh petugas pelayanan, yang berkaitan dengan kepentingan publik masih kosong. Sementara masyarakat, yang membutuhkan pelayanan hampir memenuhi kursi yang disediakan, dan saya pun secara spontan bertanya kepada mereka.
Mereka menjawab bahwa sesi kedua, pelayanan masih belum dibuka, padahal seperti saya rilis diawal tulisan jam sudah menunjukan sudah jam 13.20 Wib, kemudian penulis masuk ke dalam gedung kecamatan, melalui pintu ruang pelayanan, dan betapa kecewanya penulis, melihat ruangan pintunya terbuka tetapi penghuninya tidak ada.
Setelah mencari- cari akhirnya penulis bertemu dengan seorang pegawai, kemudian penulis bertanya, kemana kalau , mengantar surat, dia menunjukkan ke depan. Kemudian penulis kembali keruang pelayanan, dan melihat ada seorang, yang berdiri diarea kursi bagian pelayanan, kembali penulis bertanya kepada orang tersebut pada kemana yang lainnya, yang bersangkutan tidak dapat menjawab pertanyaan dari penulis, kemudian penulis menyerahkan surat untuk Camat Baleendah, sementara warga masyarakat masih menunggu di ruangan pelayanan, sementara petugas pelayanan lainnya belum datang juga, ketika penulis keluar dari ruang pelayanan, bertemu dengan seseorang, dan penulis beranggapan dia adalah salah satu ASN/ pegawai Kecamatan Baleendah.
Kemudian penulis bertanya darimana? Dia menjawab habis nengok anaknya pak Camat,"sakit". Sebagai warga masyarakat yang tinggal diwilayah Kecamatan Baleendah, merasa kecewa sekaligus prihatin, dengan keadaan yang dirasakan dan melihat sendiri, kondisi pelayanan yang buruk dari para ASN. Bahkan dari penuturan warga masyarakat berasal dari wilayah Jelekong, dirinya datang di pagi hari untuk mengurus warganya yang membutuhkan Kartu Keluarga (KK) dan oleh petugas pelayanan, disuruh datang kembali, setelah Dzuhur, ketika datang ke kecamatan ternyata para petugas pelayanan belum ada ditempat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!