Study Tour SMA KP 2 Ciparay Menuai Polemik, Fortusis Desak Yayasan dan Inspektorat Turun Tangan
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 7 Maret 2025 | 04:30 WIB
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Forum Orangtua Siswa (Fortusis) mendesak pihak Yayasan Pembina Pendidikan Karya Pembangunan (YPPKP) untuk segera turun tangan terkait dugaan adanya pungutan terhadap siswa/siswi kelas 10 SMA KP 2 Ciparay yang tidak mengikuti study tour ke Yogyakarta baru-baru ini.
Dari ratusan siswa kelas 10 tersebut, sebagiannya telah melunasi pembayaran sebesar Rp 850.000, kemudian siswa lainnya yang tidak mengikuti kegiatan itu dimintai uang sebesar Rp 425.000, dengan alasan untuk turut berkontribusi.
"Kenapa masih diminta uang, kan jelas siswa tidak mau ikut, pasti ada yang keberatan orang tuanya, ini apa maksud dan tujuannya," kata Ketua Fortusis Jabar Dwi Soebawanto, Kamis (6/3/2025).
Fortusis tidak mempersoalkan jika kegiatan study tour yang diadakan sekolah itu memang relevansi dengan tujuannya untuk menambah ilmu pengetahuan yang positif.
"Kalau tujuannya menambah ilmu pengetahuan para siswa dan jelas tujuannya, ya silahkan saja, namun kan selama ini kegiatan study tour ternyata malah membuat kontra para orang tua siswa, terutama yang ekonominya tidak mampu," katanya.
Pihaknya menyebut seringkali mendapat laporan dari para orang tua siswa terkait hal-hal seperti ini di setiap sekolah baik itu swasta maupun negeri. Ironisnya, kegiatan-kegiatan tersebut terindikasi mengarah pada tindak pidana korupsi.
"Banyak yang "main proyek" di dunia pendidikan, keuntungan nya memang sangat menggiurkan" ucapnya.
Fortusis juga meminta kepada Inspektorat untuk segera memanggil sekolah-sekolah yang memang kerap menghambur-hamburkan uang dengan kegiatan yang tidak jelas.
"Dalam kasus ini kan yayasan sekolah swasta, badan hukumnya di cabut saja ke notaris, kalau tidak bisa bertindak apa-apa terhadap sekolah yang dibawah naungannya. Harusnya pancasilais dan turut mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi kenapa fakta di lapangan tidak demikian," pungkasnya. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!