Studi: Generasi Muda Lebih Rentan Terkena Kanker Dibandingkan Baby Boomers
Lebih lanjut, peneliti juga menemukan bahwa pada kelompok kelahiran 1990, terdapat peningkatan kejadian kanker yang berkisar antara 12 persen lebih tinggi untuk kanker ovarium, dan 169 persen lebih tinggi untuk kanker korpus uterus. Dr. Andrea Cercek, onkolog medis gastrointestinal sekaligus wakil direktur Center for Young Onset Colorectal and Gastrointestinal Cancers, menyatakan bahwa meningkatnya kasus kanker di kalangan dewasa muda kemungkinan disebabkan oleh perubahan lingkungan atau gaya hidup.
"Studi ini menunjukkan bahwa beberapa kanker yang sebelumnya tidak lazim pada orang dewasa muda kini meningkat insidennya," ujar Cercek. "Tidak diketahui mengapa kanker ini, seperti kanker gastrointestinal, kanker ginekologi, dan kanker payudara ER-positif, meningkat insidennya pada orang dewasa muda, tetapi kami yakin peningkatan ini kemungkinan besar disebabkan oleh paparan dini terhadap satu atau beberapa faktor lingkungan," tambahnya.
Para peneliti menemukan bahwa 10 dari 17 kanker yang kasusnya meningkat pada kelompok kelahiran muda berkaitan dengan faktor obesitas, termasuk kolorektal, ginjal dan pelvis renalis, kantong empedu dan saluran empedu, korpus uterus, pankreas, kardia gastrik, payudara reseptor estrogen positif, ovarium, mieloma, serta hati dan saluran empedu. Karena kanker memerlukan waktu untuk berkembang, kanker terkait obesitas ini dapat dikaitkan dengan kesehatan pada masa kanak-kanak.
"Jika orang-orang terkena kanker di usia dini, itu berarti paparan mereka - baik itu lingkungan, iklim, pola makan, atau apa pun - terjadi di usia yang lebih muda juga," pungkas Dahut.
@shintadewip
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!