Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Stres Kronis Burnout Bisa Mengubah Otak dan Hilangkan Motivasi

Desi Rossilawati
Sabtu, 5 Juli 2025 | 01:00 WIB
Bagikan
Stres Kronis Burnout Bisa Mengubah Otak dan Hilangkan Motivasi
VISI.NEWS | BANDUNG - Burnout bukan hanya kelelahan biasa, melainkan kondisi serius akibat stres kronis yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Menurut Dr. Marjorie Jenkins dari Incora Health, burnout dapat membuat seseorang kehilangan motivasi, merasa hampa, dan mempertanyakan tujuan hidupnya. “Burnout membuat kita mempertanyakan tujuan hidup, kehilangan motivasi, dan menghancurkan kesehatan emosional. Pada dasarnya, kita kehilangan jati diri,” ujarnya seperti dikutip Time Magazine. Burnout seringkali sulit dikenali karena gejalanya mirip dengan kelelahan harian, seperti sulit fokus, cepat marah, merasa kewalahan hingga menunda pekerjaan, kehilangan semangat pada hal yang biasanya disukai, dan mengalami gangguan tidur. Psikolog klinis Thea Gallagher dari NYU Langone Health menyebut, banyak orang tampak tetap berfungsi di luar, padahal mengalami kelelahan emosional berat di dalam. Penelitian di jurnal PLOS ONE pada 2014 menemukan burnout terkait dengan penurunan volume materi abu-abu di otak yang mengatur emosi dan pengambilan keputusan. Sementara riset lain dalam Neuropsychopharmacology menunjukkan bagian amigdala menjadi terlalu aktif, memicu reaksi emosional berlebihan bahkan setelah pemicu stres hilang. Siapa pun dapat mengalami burnout, tetapi beberapa kelompok lebih rentan, termasuk tenaga kesehatan, guru, pekerja sosial, caregiver, perempuan, pekerja jarak jauh, serta mereka yang perfeksionis atau memiliki kecenderungan people-pleaser. “Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah melewati batas hingga akhirnya benar-benar jatuh,” kata Gallagher. Untuk mencegah burnout, penting mengenali gejalanya sejak awal. Dr. Jenkins menekankan perlunya istirahat dan menjaga keseimbangan hidup. Gallagher menambahkan, menetapkan batasan kerja, beristirahat setiap 90 menit, berolahraga ringan, dan tidur cukup dapat membantu mengatasinya sebelum berdampak lebih jauh pada kesehatan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.