Strategi Peningkatan Pengendalian Internal Komite Madrasah Menjadi Sorotan di Pelatihan Kepemimpinan Nasional

ED
Jumat, 30 Agustus 2024 | 08:00 WIB
Bagikan
Strategi Peningkatan Pengendalian Internal Komite Madrasah Menjadi Sorotan di Pelatihan Kepemimpinan Nasional

VISI.NEWS | JAKARTA - Strategi peningkatan pengendalian internal Komite Madrasah menjadi salah satu tema utama dalam proyek perubahan (proper) pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional II Angkatan XXVII Tahun 2024. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Balitbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) ini berlangsung dari Juli hingga November 2024, dengan tujuan meningkatkan kualitas kepemimpinan di lingkungan madrasah.

Proper ini diajukan oleh Ruchman Basori, Inspektur Wilayah II Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, yang menganggap pentingnya peran Komite Madrasah dalam mendukung kualitas pendidikan madrasah. Ruchman akan mempresentasikan proyek perubahan tersebut pada 2 September 2024 di Kampus Pusdiklat Ciputat, yang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Komite Madrasah.

"Keberadaan Komite Madrasah sangat penting dalam upayanya meningkatkan kualitas madrasah, sebagai implementasi dari Community-Based Management," ujar Ruchman di Jakarta, Jumat (30/8/2024). Ia menekankan bahwa pengendalian internal yang profesional, transparan, dan akuntabel sangat diperlukan, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

Ruchman, yang merupakan Doktor Manajemen Kependidikan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), juga mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi oleh Komite Madrasah. Di antaranya adalah isu transparansi dan akuntabilitas, kualitas sumber daya manusia, serta peran Komite Madrasah yang sering kali hanya menjadi alat untuk penggalangan dana tanpa pengawasan yang memadai.

Baca Juga : Kementerian Agama Gulirkan Program Revitalisasi Sarana Prasarana Madrasah

Tema pengendalian internal Komite Madrasah ini sudah didiskusikan dan disetujui oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama sebagai mentor serta Wahyu Suprapti sebagai coach. "Pak Irjen menganggap pengendalian internal bagi Komite Madrasah sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap madrasah," lanjut Ruchman.

Faisal Ali Hasyim, yang juga merupakan atasan langsung dari Ruchman dan bertindak sebagai mentor, menyarankan agar proper ini dimasukkan dalam program pengawasan di Itwil II, terutama untuk mencapai tujuan jangka pendek dan menengah.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.