Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang Dialihkan ke BNI City
Stasiun Karet./visi.news/viva.
"Apalagi emang macet kan di arah flyover itu Karet, jadi emang paling enak jalan kaki. Cuma nambah dikit jaraknya," ujarnya.
Alfa menilai Stasiun Karet seharusnya tetap dipertahankan dengan melakukan pembenahan agar lebih nyaman dan mampu menampung lebih banyak penumpang. Sementara itu, Stasiun BNI City menurutnya dapat difokuskan sebagai stasiun utama untuk KA Bandara.
"Harusnya kalau tujuan target marketnya KRL itu orang kantoran ya, lebih efektif pakai Stasiun Karet. BNI City lebih bagus tapi enggak strategis, mendingan buat KA Bandara aja," kata Alfa.
Alasan Stasiun Karet Ditutup
Mulai, Selasa (1/9/2026), Stasiun Karet tidak lagi melayani aktivitas naik dan turun penumpang KRL. Layanan penumpang yang sebelumnya dilakukan di Stasiun Karet dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City selama proses integrasi berlangsung.
Penutupan tersebut dilakukan karena KAI mulai mengerjakan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City. Integrasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan Commuter Line Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan pekerjaan integrasi dilakukan dengan mempertimbangkan aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat di sekitar Stasiun Karet.
“Integrasi ini disiapkan sebagai bagian dari peningkatan layanan Commuter Line Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun,” kata Purnomo dalam keterangannya dikutip, Selasa (1/9/2026).
Dalam skema integrasi tersebut, Stasiun Karet akan diarahkan menjadi concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!