Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang Dialihkan ke BNI City

Desi Rossilawati
Selasa, 1 September 2026 | 14:14 WIB
Bagikan
Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang Dialihkan ke BNI City

Stasiun Karet./visi.news/viva.

VISI.NEWS - Stasiun Karet resmi tidak lagi melayani naik dan turun penumpang KRL Commuter Line mulai Selasa (1/9/2026). Penutupan tersebut dilakukan seiring proses integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City, Jakarta Pusat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Stasiun BNI City terlihat ramai oleh pengguna KRL Commuter Line. Aktivitas penumpang terlihat mulai dari area peron hingga akses menuju pintu keluar.

Para penumpang yang turun dari KRL berbondong-bondong menuju area eskalator dan lift untuk mencapai pintu keluar di lantai dua. Sejumlah penumpang juga tampak kebingungan mencari arah menuju pintu keluar.

Selain pengguna KRL, sejumlah penumpang Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) juga terlihat turun di Stasiun BNI City. Stasiun tersebut menjadi salah satu pilihan utama penumpang KA Basoetta sebelum menuju stasiun transit Manggarai.

Kepadatan juga terlihat di area gerbang keluar, terutama akses yang mengarah ke Jalan KH Mas Mansyur.

Salah seorang petugas Stasiun BNI City menyebut adanya peningkatan jumlah penumpang pada hari pertama integrasi dengan Stasiun Karet.

"Karena mungkin yang biasa turun di Karet sekarang di sini, jadi emang lebih ramai," ucap petugas tersebut di lokasi.

Penumpang Keluhkan Jarak yang Lebih Jauh

Kepadatan dan perubahan akses juga dirasakan sejumlah pengguna KRL yang sebelumnya terbiasa turun di Stasiun Karet.

Kirana (32), pekerja di kawasan perkantoran Jalan KH Mas Mansyur, mengaku baru pertama kali turun di Stasiun BNI City setelah Stasiun Karet ditutup.

"Pertama kali, soalnya lebih jauh kan, biasanya jalan kaki enggak sampai 10 menit sudah sampai, ini kayaknya 15 menitan lebih," kata Kirana dalam keterangannya dikutip, Selasa (1/9/2026).

Menurut Kirana, Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman sebelumnya menjadi pilihan yang lebih strategis bagi pengguna KRL karena lokasinya lebih dekat dengan sejumlah kawasan perkantoran.

"Kalau yang mau ke Dukuh Atas itu biasanya lebih dekat kalau di Stasiun Sudirman. Terus kalau ke daerah Karet ya lebih dekat di Stasiun Karet, ini di tengah-tengah aja," ucapnya.

Kirana juga mengaku sempat kebingungan mencari akses keluar Stasiun BNI City. Penumpang yang datang dari arah Stasiun Manggarai harus menuju bagian atas stasiun sebelum turun kembali ke akses keluar Jalan KH Mas Mansyur.

"Kalau dari peron 1 itu harus naik dulu ke atas, terus turun lagi keluarnya di ujungnya peron 2, jadinya naik turun, itu aja sih kesusahannya. Sisanya karena belum terbiasa aja," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Alfa (26), pekerja yang sebelumnya terbiasa berjalan kaki dari Stasiun Karet menuju kantornya di Jalan KH Mas Mansyur.

Menurut Alfa, penutupan Stasiun Karet membuat jarak yang harus ditempuh menuju kantor bertambah. Ia juga menilai akses kendaraan umum dari Stasiun BNI City lebih terbatas dibandingkan Stasiun Karet.

"Apalagi emang macet kan di arah flyover itu Karet, jadi emang paling enak jalan kaki. Cuma nambah dikit jaraknya," ujarnya.

Alfa menilai Stasiun Karet seharusnya tetap dipertahankan dengan melakukan pembenahan agar lebih nyaman dan mampu menampung lebih banyak penumpang. Sementara itu, Stasiun BNI City menurutnya dapat difokuskan sebagai stasiun utama untuk KA Bandara.

"Harusnya kalau tujuan target marketnya KRL itu orang kantoran ya, lebih efektif pakai Stasiun Karet. BNI City lebih bagus tapi enggak strategis, mendingan buat KA Bandara aja," kata Alfa.

Alasan Stasiun Karet Ditutup

Mulai, Selasa (1/9/2026), Stasiun Karet tidak lagi melayani aktivitas naik dan turun penumpang KRL. Layanan penumpang yang sebelumnya dilakukan di Stasiun Karet dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City selama proses integrasi berlangsung.

Penutupan tersebut dilakukan karena KAI mulai mengerjakan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City. Integrasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan Commuter Line Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun.

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan pekerjaan integrasi dilakukan dengan mempertimbangkan aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat di sekitar Stasiun Karet.

“Integrasi ini disiapkan sebagai bagian dari peningkatan layanan Commuter Line Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun,” kata Purnomo dalam keterangannya dikutip, Selasa (1/9/2026).

Dalam skema integrasi tersebut, Stasiun Karet akan diarahkan menjadi concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City.

Sementara itu, aktivitas gate in dan gate out pelanggan akan dipusatkan di Stasiun BNI City. KAI juga menyiapkan fasilitas travelator berpendingin udara untuk mendukung perpindahan pelanggan dari kawasan Karet menuju BNI City.

Integrasi dilakukan karena jarak Stasiun Karet dan Stasiun BNI City yang berdekatan turut memengaruhi pola operasi perjalanan kereta api. Melalui integrasi kedua stasiun, alur perjalanan pelanggan dan operasional kereta api akan ditata dalam satu sistem yang terintegrasi.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.