SOSOK | Profil Saeful Bachri, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung
Selain Dede Yusuf, figur teladan lainnya yang mendorong "Anak Baik" ini interaksinya dengan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Ijudin (Alm). Dimatanya, ia figur teladan dalam memberikan kemudahan pelayanan, tanggung jawab, disiplin, dan hidup sederhana. "Almarhum Pak Ijudin itu tidak pernah ribet kalau ada yang harus ditandatangan. Ia bisa melakukannya di atas kap mobil di jalan, atau dimana saja. Sebagai pejabat, almarhum juga hidup sederhana, kemana-mana sering nyetir sendiri, pejabat yang bersih, teladan bagi saya sih," ujarnya.
Politik yang Bermartabat
Saeful mengungkap, melihat figur-figur tersebut, ia sangat berkeyakinan politik bisa dijalani dengan lebih bermartabat. "Apalagi contoh yang diberikan Kang Dede Yusuf itu sangat menginspirasi saya untuk berpolitik secara bermartabat. Kang Dede Yusuf kalau ada bantuan tidak pernah ada istilah dipotong untuk ini itu," ungkapnya.
"Pernah denger Partai Demokrat ada serangan pajar? Itu cara berpolitik yang tidak disukai oleh Kang Dede Yusuf, karena kita melakukan pembinaan kepada masyarakat di dapil secara terus menerus, tidak saat butuh suara saja," imbuhnya.
Maka, kata Saeful, tradisi malam menjelang pencoblosan, para caleg atau kader Partai Demokrat tidak ada yang berkeliaran di dapil, paling mereka berdoa saja.
Dengan cara berpolitik yang baik seperti ini, Saeful mengatakan, simpati dan dukungan terhadap Partai Demokrat sekarang ini luar biasa. Salah satunya, ia mampu membuat "kekuatan" struktur partai sampai tingkat ranting dan anak ranting.
Berbeda dengan partai lain, kata Saeful, untuk Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Ranting se Kabupaten Bandung sekarang ini sebanyak 2.000 orang dimana tiap PAC diisi 20 orang dan tiap Ranting diisi 5 orang pengurus. Terobosan ini ia lakukan karena besarnya antusiasme masyarakat untuk bergabung dengan partai berlambang mercy ini.
"Demikian juga yang daftar sebagai Bacaleg (Bakal calon anggota legislatif) itu mencapai 70 orang. Mereka orang-orang yang sangat potensial dari unsur pengusaha, pendidik, pemuda, perempuan dll. Saya ingin seobyektif mungkin dalam penilaian dan perangkingannya. Maka, saya libatkan dari Pascasarjana Unpad untuk menyeleksi para Bacaleg ini agar benar-benar obyektif dalam penilaiannya," ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!