SOSOK | Kolonel Inf Donny Pramono, Perwira Kopassus yang Rendah Hati

ED
Sabtu, 1 November 2025 | 14:15 WIB
Bagikan
SOSOK | Kolonel Inf Donny Pramono, Perwira Kopassus yang Rendah Hati

 VISI.NEWS | JAKARTA - Kolonel Infanteri Donny Pramono kini menjadi perhatian publik setelah resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) menggantikan Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. Serah terima jabatan (Sertijab) digelar di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Jumat (31/10/2025), dan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Jabatan ini menandai babak baru perjalanan panjang karier militernya, setelah hampir dua dekade mengabdi di pasukan elite dan dunia intelijen.

Dalam perkenalan pertamanya di hadapan awak media, Donny tampak tenang dan rendah hati. Ia bercerita bahwa sebagian besar masa dinasnya dihabiskan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). “Sebelumnya saya berada di Kopassus. Jadi, kurang lebih 19 tahun saya di sana, mulai dari Letnan Dua sampai Kolonel — semuanya di Kopassus,” ujarnya, didampingi Brigjen Wahyu yang menyerahkan tongkat kepemimpinan Dinas Penerangan.

Donny adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1999 dengan kecabangan Infanteri. Lahir di Surabaya, 9 Maret 1977, ia dikenal sebagai perwira lapangan yang disiplin dan tajam secara analitis. Karier militernya dimulai dari satuan-satuan tempur di bawah Kopassus hingga akhirnya dipercaya memimpin Grup 3/Sandi Yudha Kopassus, satuan intelijen tempur yang kini dikenal sebagai Satuan 71 dan bermarkas di Dumai, Riau. Grup ini dikenal sebagai ujung tombak operasi rahasia dan kontra-intelijen TNI AD.

Di luar satuan elite, Donny juga menempati sejumlah jabatan strategis di bidang intelijen dan teritorial. Ia pernah menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kodam IV/Diponegoro, posisi penting yang mengasah kemampuan analisisnya dalam membaca dinamika keamanan regional. Sebelum itu, ia menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) — jenjang pendidikan tinggi militer yang menjadi batu loncatan bagi perwira calon pemimpin.

Dalam struktur teritorial, Donny pernah dipercaya sebagai Komandan Kodim 0623/Cilegon (2017–2018) dan Komandan Kodim 1418/Mamuju (2021–2022). Ia juga sempat menjadi Kasi Operasi Korem 045/Garuda Jaya di Bangka Belitung serta Wakil Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Wadan Pusdikpassus) pada 2020. Jabatan-jabatan ini menunjukkan keluasan pengalaman Donny — dari operasi tempur, pembinaan teritorial, hingga pengembangan sumber daya prajurit elite.

Puncak karier lapangan Donny terjadi saat ia memimpin Grup 3/Sandi Yudha Kopassus pada 2022. Di tahun yang sama, namanya mencuat di tingkat nasional ketika ia terpilih menjadi salah satu dari empat calon Komandan Upacara HUT RI ke-77 di Istana Negara. Ia ditunjuk sebagai Komandan Cadangan Upacara, bersanding dengan Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia, Kolonel Pnb Agni Prayogo, dan Kombes Pol Hari Purnomo. Meski tidak menjadi komandan utama, terpilihnya Donny dari ribuan perwira aktif mencerminkan reputasi dan kepercayaannya di mata pimpinan TNI.

Sebelum menduduki posisi Kadispenad, Donny menjabat sebagai Paban VI/Inteltek Sintelad, posisi strategis yang menangani bidang intelijen teknologi di Markas Besar TNI AD. Di sana, ia berperan dalam penguatan sistem keamanan siber, pengawasan digital, serta optimalisasi teknologi informasi dalam operasi pertahanan modern. Pengalaman ini membuatnya memiliki keunggulan dalam hal komunikasi strategis berbasis data dan keamanan informasi, kompetensi yang sangat relevan dengan peran barunya sebagai kepala humas Angkatan Darat.

Dalam arahannya, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak memberikan pesan tegas agar Donny melanjutkan capaian positif yang telah dirintis Brigjen Wahyu. “Pesan KSAD adalah melanjutkan estafet kepemimpinan yang sudah membawa Dinas Penerangan semakin dikenal luas dan dipercaya publik. Semua yang disampaikan harus berbasis data dan kebenaran,” ujar Donny saat menyampaikan sambutan perdananya.

Kini, sebagai pejabat utama yang menjadi wajah publik TNI AD, Donny menyadari bahwa dirinya memasuki dunia baru — dunia komunikasi yang terbuka, berbeda dengan latar belakang intelijen yang serba tertutup. “Memang ada beberapa rekan media yang sudah saya kenal, tapi dulu saya masih di dunia intelijen. Sekarang di Dinas Penerangan, saya harus mengubah mindset, lebih terbuka, dan banyak berdiskusi dengan media,” ucapnya dengan senyum hangat.

Menutup pernyataannya, Donny memohon doa dan dukungan agar dapat menjalankan amanah barunya dengan baik. Ia bertekad menjadikan Dinas Penerangan sebagai jembatan antara TNI AD dan masyarakat. “Kami ingin agar Angkatan Darat semakin transparan, komunikatif, dan dipercaya publik,” pungkasnya. Dengan kombinasi pengalaman lapangan, intelijen, dan kepemimpinan strategis, Kolonel Inf Donny Pramono dinilai sebagai sosok yang ideal membawa wajah baru komunikasi publik TNI AD — tegas, cerdas, dan berwibawa.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.