SOSOK | Hj. Dewi Kalingga, "Senang lihat orang lain senang"
Tapi sukses bisnis bukan alasan Dewi melupakan hidup sehat. Maka, lahirlah dari tangannya Komunitas Gowes D'Mantog — singkatan dari "Manjat Tanjakan Oke Gusti" (ya, kurang lebih begitu).
Didirikan pada 27 Maret 2020, komunitas ini anggotanya pas 27 orang. Kenapa 27? Biar gampang ingatnya, kayak ulang tahun. Kalau ada yang pensiun, langsung diganti anaknya. "Sistem regenerasi jalan terus, kayak rantai sepeda," ujar Dewi, serius tapi senyum.
Gowes bareng bukan cuma buat sehat, tapi juga berbagi. Setiap hari, target minimal seribu pedal harus tercapai. Di tengah perjalanan, siapa pun yang butuh bantuan — mau itu tambal ban bocor atau butuh bantuan dapur umum — Komunitas Mantog siap menyambut dengan tawa dan tenaga. Gowes ala Dewi itu bawa semangat, bukan sekadar keringat. Sebelumnya, ia biasa berbagi untuk mesjid atau madrasah sambil gowes dengan komunitasnya.
Kepedulian Dewi tumbuh dari masa kecilnya yang sederhana. Hidup pas-pasan mengajarkannya satu filosofi: kalau lagi rejekian, ingatlah untuk bagi-bagi. Rejeki itu kayak jahe, makin dibagi, makin anget.
Dalam bisnis, prinsipnya sederhana: tiap laba ada hak orang lain. "Ngasih itu bukan beban, malah bikin happy," ujarnya. Katanya, melihat orang lain tersenyum lebih nikmat daripada melihat saldo rekening. (Meskipun, kalau saldo nambah juga siapa sih yang nolak?)
Hj. Dewi Kalingga memang beda. Di tangannya, jahe bisa mendunia, petani bisa makmur, komunitas gowes bisa selalu penuh tawa. Dan yang paling penting: di mana ada Dewi, suasana selalu hidup. Kayak ada sound system pesta kawinan yang ngikutin, lengkap dengan MC dan doorprize.
@aep s abdullah
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!