SOSOK | Dadan Hindayana: Alumni SMAN Cimindi (13) Yang Jadi Nahkoda BGN

ED
Kamis, 27 November 2025 | 07:32 WIB
Bagikan
SOSOK | Dadan Hindayana: Alumni SMAN Cimindi (13) Yang Jadi Nahkoda BGN

VISI.NEWS | BANDUNG - Dadan Hindayana, akademisi sekaligus pakar entomologi kelahiran Garut, 10 Juli 1967, kini dikenal publik sebagai sosok penting di balik arah baru kebijakan gizi Indonesia. Sejak 19 Agustus 2024, ia resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)—lembaga baru yang dibentuk pemerintah untuk memperkuat tata kelola gizi nasional. Penunjukannya menandai babak baru pemimpin teknokrat yang berangkat dari dunia ilmiah untuk mengabdi di ranah pelayanan publik.

Masa kecil Dadan di Garut diwarnai kecintaan pada ilmu alam yang kemudian membawanya menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri Cimindi Cimahi (kini SMAN 13 Bandung). Ia merupakan angkatan 1986, satu angkatan dengan Panglima TNI, Agus Subiyanto—sebuah catatan menarik yang kerap diingat publik dan menunjukkan bagaimana kedua putra daerah itu kemudian menempati posisi penting pada lintasan karier yang berbeda.

Ketertarikannya pada dunia pertanian dan organisme pengganggu tanaman mengantarkannya ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Di kampus inilah ia menamatkan studi Strata 1 pada bidang Proteksi Tanaman pada tahun 1990. Dari sini, minatnya pada serangga—khususnya peranannya dalam ekosistem pertanian—kian berkembang.

Perjalanan akademis Dadan kemudian membawanya jauh dari tanah air. Ia melanjutkan studi S2 Entomologi Terapan di University of Bonn, Jerman, dan menyelesaikannya sekitar tahun 1997. Keahliannya semakin diperdalam dengan gelar doktoral yang diraihnya dari Leibniz Universität Hannover pada tahun 2000. Selama menempuh pendidikan di Jerman, ia banyak meneliti interaksi antara serangga dan lingkungan, sebuah fondasi ilmiah yang kelak berpengaruh pada pendekatannya terhadap isu gizi dan ketahanan pangan.

Usai kembali ke Indonesia, Dadan aktif sebagai akademisi dan peneliti IPB. Kiprahnya mencakup berbagai penelitian terkait serangga, hama tanaman, hingga pendekatan ekologi yang berkelanjutan. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten mengedepankan data ilmiah dan pendekatan berbasis bukti dalam setiap kajian yang ia hasilkan. Reputasinya sebagai akademisi memperkuat legitimasi ketika ia ditunjuk menjadi kepala BGN.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.